Ayat Emas Alkitab: Persahabatan dengan Allah dan Sesama Manusia

Penulis kumparan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Kristen, Allah adalah sahabat kita. Ketika seluruh dunia nantinya akan meninggalkan kita, Allah tetap bersama dan menyertai kita selalu. KasihNya yang begitu besar selalu menyertai dan melingkupi kita.
Dikutip dari buku Inti Alkitab Untuk Para Pemula yang ditulis oleh Frances Blankenbaker dan diterjemahkan oleh Ny. D. Susilaradeya (2007: 305), Allah bersahabat dengan orang Kristen karena kita telah diampuni dan disucikan. Sebagai orang yang telah diampuni dan disucikan, dapat diartikan bahwa kita adalah anak- anak Allah atau anggota keluarga Allah.
Oleh karena itu, kita juga harus mengasihi sesama kita. Sebagaimana yang ditulis di ayat Alkitab:
“Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai perdamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.” (1 Yohanes: 10–11)
Ayat Emas Alkitab
1. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus (1 Yohanes 1: 3)
2. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (1 Yohanes 3: 1)
3. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (1 Yohanes 3: 2)
4. “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Maha Tinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6: 35–36)
Allah selalu mengasihi kita. Tidak pernah semenit pun atau sedetik pun kasihnya berpaling dari kita. Oleh karena itu, kita juga harus mengasihi sesama kita manusia. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
