News
·
21 November 2020 19:49

Butir-butir Pancasila: Makna Sila Pertama dan Kedua

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Butir-butir Pancasila: Makna Sila Pertama dan Kedua  (37731)
Butir-butir Pancasila Foto: Shutterstock
Butir-butir Pancasila merupakan hasil dari buah pemikiran para pahlawan Indonesia. Berawal dari pidato spontan Bung Karno, BPUPKI beserta Panitia Sembilan pun kemudian merumuskan pancasila sebagai sebuah ideologi atau landasan dasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
ADVERTISEMENT
Sebagai ideologi negara, isi Pancasila memanglah ditujukan untuk menjadi pedoman bagi rakyat Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Yuk cari tahu makna dari butir-butir pancasila pada sila pertama dan kedua di bawah ini!

Butir-butir Pancasila: Sila Pertama dan Kedua Beserta Maknanya

Ketuhanan Yang Maha Esa
Makna dari sila pertama berikut ini telah dijelaskan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 29 Ayat 1 dan 2, yang berbunyi:
(1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa;
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.
Melalui dua ayat tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwasanya negara Indonesia telah menjamin kebebasan bagi para penduduknya dalam memilih kepercayaan atau keyakinannya masih masing dalam beribadah. Namun bukan berarti negara dapat mencampuri dan mengatur agama serta kepercayaan rakyatnya. Negara hanya wajib memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemeluk agama agar mereka dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Singkatnya, sila pertama Pancasila sendiri diharapkan dapat memberikan kerukunan dalam menjalankan kehidupan beragama di NKRI.
ADVERTISEMENT
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Dalam UUD 1945, dijelakan pada pasal 27 dan pasal 28:
(27) Segala Warga negara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung Hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(28) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Artinya, setiap warga negara memiliki hukum yang sama tanpa perbedaan terlepas dari status sosialnya. Baik orang kaya ataupun bukan, rakyat biasa atau bahkan pejabat pemerintahan sekalipun, jika mereka terbukti melakukan pelanggaran hukum, maka sanksi yang diberikan akan sama dan setimpal. Dari manapun asal-usul suku, ras, ataupun budaya Anda, sebagai rakyat yang baik kita harus sama-sama mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia. Sebab, keadilan merupakan sesuatu yang harus dijunjung tinggi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
ADVERTISEMENT
Menurut sila pertama dan kedua di atas, maka dapat kita maknai bersema bahwa butir-butir Pancasila memiliki nilai tauladan yang mengajarkan rakyat Indonesia agar lebih bisa menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang heterogen. Tetaplah jaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dengan rasa toleransi ya! (HAI)

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white