Hukum Puasa Belum Mandi Wajib, Sah atau Tidak?

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana hukum puasa belum mandi wajib, sah atau tidak? Mandi wajib adalah salah satu cara bersuci. Sebab yang mengharuskan mandi wajib dia antaranya adalah karena melakukan hubungan suami istri bagi pasangan yang sudah menikah dan karena haid bagi perempuan. Namun bagaimana jika menjalankan puasa tapi belum mandi wajib? Apakah puasanya tetap sah? Dalam artikel berikut ini kita akan menyimak penjelasan dan jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Hukum Puasa Belum Mandi Wajib
Menurut buku Fikih untuk Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah oleh Udin Wahyudin, dkk (2008: 18), mandi wajib adalah mandi yang harus dilakukan karena alasan-alasan tertentu. Mandi wajib ada yang berlaku bagi laki-laki dan perempuan, ada pula yang berlaku khusus bagi perempuan. Jika kita memiliki hadas besar, maka kita wajib menyucikannya. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjaga kebersihan, mandi adalah salah satu cara untuk menjaga kebersihan badan.
Orang yang sedang dalam keadaan hadas besar dan belum mandi besar memang tidak boleh mengerjakan sholat, memegang Al Quran, itikaf, dan thawaf. Menurut buku Nasehat-nasehat Kebaikan (Belajar Menjadi Orang yang Bermanfaat) oleh Hermanto (2021), puasa Ramadhan tidak termasuk dalam ibadah tersebut. Oleh karena itu, seseorang yang belum mandi besar tetap boleh melaksanakan puasa meski dinilai belum suci.
Hal tersebut berdasarkan hadits berikut ini: "Rasulullah pernah berhadas besar (junub) pada waktu subuh di bulan Ramadan karena malamnya bersetubuh, bukan karena mimpi, lalu beliau berpuasa tanpa mandi sebelum fajar." (HR. Muslim)
Jika Anda melakukan hubungan suami istri pada malam hari di bulan Ramadhan, namun bangun kesiangan dan melewatkan mandi junub, maka anda boleh melanjutkan puasa, namun dengan catatan anda telah membaca niat puasa pada malam hari atau sebelum subuh.
Namun hadas besar yang dimaksud di sini hanya berlaku dalam keadaan junub. Bukan dalam keadaan haid atau nifas karena haid adalah kondisi hadas besar yang haram untuk melakukan ibadah seperti sholat, puasa, itikaf, thawaf, serta menyentuh dan membaca Al Quran.
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa hukum puasa bagi laki-laki dan perempuan adalah boleh, namun sebaiknya jangan sampai melewatkan mandi wajib agar ibadah bisa lebih maksimal dan dapat melaksanakan sholat.
Tata Cara Mandi Wajib
Pada saat mandi wajib, ada tata cara yang harus kita ketahui, yaitu sebagai berikut:
Berniat.
Membasuh kedua tangan hingga pergelangan tangan.
Membasuh kemaluan dengan tangan kiri.
Berwudhu sebagaimana hendak sholat.
Memasukkan jari-jari dengan dibasahi air ke pangkal rambut.
Menyiram kepala sebanyak tiga kali diteruskan mandi seperti biasa.
Itulah penjelasan mengenai hukum puasa belum mandi wajib. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai puasa di bulan Ramadhan. (IND)
