News
·
1 Juni 2021 18:36
·
waktu baca 1 menit

Ibadah Haji Dilakukan Pada Bulan Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Ibadah Haji Dilakukan Pada Bulan Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya (167591)
searchPerbesar
Kegiatan tawaf haji https://www.pexels.com/
Haji adalah satu rukun Islam yang ke-lima dan wajib hukumnya menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Dikutip dari buku Ensiklopedi Fikih Indonesia Haji dan Umroh oleh Ahmad Sarwat, Lc, M.A (2019; 7), ibadah haji hukumnya wajib fardu ain bagi setiap muslim yang mampu. Sebagian besar orang mengetahui bahwa waktu ibadah haji dilakukan saat Idul Adha atau Idul Qurban. Benarkah demikian?
ADVERTISEMENT

Ibadah Haji Dilakukan Pada Bulan Apa?

Pengertian haji menurut Bahasa Arab; menyengaja untuk melakukan sesuatu yang agung. Menurut istilah, haji berarti: “mendatangi kabah untuk mengadakan ritual tertentu”.
Syarat-syarat haji di antaranya adalah
  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Memiliki kemampuan perbekalan dan kendaraan
  5. Merdeka
Waktu untuk pelaksanaan haji adalah di bulan Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Sesuai pada Alquran surat Al-Baqarah ayat 197:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Yang artiya “(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!”
ADVERTISEMENT
Miqat-miqat untuk haji adalah apa yang telah ditetapkan oleh syari’at untuk melaksanakan ibadah baik waktu dan tempat. Haji memiliki dua miqat yaitu miqat zamani dan makani. Untuk miqat zamani dimulai dari malam pertama bulan syawal, akan tetapi para ulama berbeda pendapat akan akhir dari bulan haji. Terdapat tiga pendapat yang cukup terkenal.
  1. Syawal, Dzul Qa’dah, dan 10 hari dari Dzul Hijjah dan ini merupakan pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, dan Ibnu Zubair dan ini yang dipilih madzhab hanbali.
  2. Syawal, Dzul Qa’dah, dan 9 hari dari Dzul Hijjah dan ini yang dipilih madzhab Syafi’i.
  3. Syawal, Dzul Qa’dah, dan Dzul Hijjah ini yang dipilih madzhab malikiyah.
Sementara untuk miqat makani tergantung dari kota-kota penyelenggara. Demikian ulasan tentang ibadah haji dilaksanakan pada bulan apa. Semoga bermanfaat.(MZM)
ADVERTISEMENT