Kandungan Surat Al Fath Ayat 27-29 tentang Kemenangan Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Fath ayat 27-29 menjadi salah satu surat dalam Alquran yang membahas berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk kemenangan Islam. Untuk dapat memahami kandungan surat ini lebih lengkap, mari kita simak pemaparannya dalam artikel berikut.
Kandungan Surat Al Fath Ayat 27-29 dalam Alquran
Kemenangan yang terjadi dalam sejarah Islam merupakan salah satu peristiwa penting yang perlu diketahui dan dipahami umat Muslim. Hal ini sebab dalam kemenangan yang diraih umat Muslim saat itu terdapat berbagai hikmah yang dapat kita pelajari dan pahami. Kita dapat mengetahui bagaimana peristiwa kemenangan Islam dalam surat Al Fath khususnya ayat 27-29.
Masing-masing ayat dalam surat Al Fath dari ayat 27 hingga ayat 29 mengandung berbagai hikmah. Kandungan surat Al Fath secara umum dipaparkan dalam buku berjudul Al Qur'an Terjemah dan Tafsir yang disusun oleh Maulana Muhammad Ali (2015: 687).
Dalam buku ini disebutkan bahwa surat Al Fath membahas tentang kemenangan Islam, mulai dari kemenangan moral yang dicapai di Hudaibiyah yang disebutkan di permulaan surat, sampai akhirnya Islam menang mengalahkan semua agama di dunia seperti yang disebutkan pada surat Al Fath ayat 28.
Berbeda dengan ayat 27 dan 28, surat Al Mursalat ayat 29 membahas bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya berlaku. Sebagaimana yang disebutkan dalam buku berjudul Pendidikan Berbasis Al-Qur’an yang disusun oleh Dr. Zainal Arif, MA., Dr. Zulfitria, M.Pd. (2021: 175).
Buku ini memaparkan bahwa dalam surat Al Fath ayat 29 disebutkan bahwa sifat Nabi Muhammad beserta pengikutnya itu bersikap keras kepada orang kafir, namun tetap berkasih sayang sesama mereka. Dalam ayat ini juga dijelaskan bahwa Rasulullah dan para pengikutnya termasuk sahabatnya senantiasa sholat dan beribadah untuk mencari keridhoan Allah.
Untuk dapat memahaminya dengan lebih jelas, berikut ini adalah surat Al Fath ayat 27-29 yang disajikan lengkap dengan terjemahannya yang mudah dipahami:
QS. Al Fath: 27
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا
Artinya: Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (QS. Al Fath: 27)
QS. Al Fath: 28
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا
Artinya: Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. Al Fath: 28)
QS. Al Fath: 29
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Artinya: Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku´ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al Fath: 29)
Dengan mengetahui bagaimana isi kandungan surat Al Fath ayat 27-29, kita dapat mengambil hikmah yang bermanfaat dalam surat tersebut untuk dijadikan sebagai bahan bakar keimanan kita dan juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (DAP)
