News
·
2 Maret 2021 13:26

Kisah Nabi yang Bergelar Ulul Azmi

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Kisah Nabi yang Bergelar Ulul Azmi (44151)
Ilustrasi Kisah Nabi, sumber: Zakat OrID
Nabi yang bergelar Ulul Azmi merupakan seorang nabi yang mempunyai sifat tabah yang luar biasa. Mereka diberikan cobaan yang amat berat oleh Allah Subhanahu Wata’ala, namun tak sekalipun mereka mengeluh pada keadaan.
ADVERTISEMENT
Mereka justru semakin gencar menyebarkan ajaran Allah pada umatnya, meski banyak yang membenci dan tidak mau mendengarkan dakwahnya.
Allah memberikan gelar Ulul Azmi kepada 5 nabi terpilih, yaitu Nabi Nuh alaihi salam, Nabi Musa alaihi salam, Nabi Ibrahim alaihi salam, Nabi Isa alaihi salam, Nabi Muhammad alaihi salam. Hal ini tercantum dalam surat Asy-Syuara : 13
شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحًا وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓ ۖ أَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا۟ فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى ٱلْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ
Syara'a lakum minad-dīni mā waṣṣā bihī nụḥaw wallażī auḥainā ilaika wa mā waṣṣainā bihī ibrāhīma wa mụsā wa 'īsā an aqīmud-dīna wa lā tatafarraqụ fīh, kabura 'alal-musyrikīna mā tad'ụhum ilaīh, allāhu yajtabī ilaihi may yasyā`u wa yahdī ilaihi may yunīb
ADVERTISEMENT
Artinya : Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

Kisah Nabi yang Bergelar Ulul Azmi

1. Nabi Nuh alaihi salam
Nabi Nuh alaihi salam berdakwah selama 950 tahun. Selama hampir satu abad Nabi Nuh berdakwah, jumlah pengikutnya hanya berkisar 80 orang. Meskipun hanya segelintir orang yang mau mendengarkan dakwah Nabi Nuh, beliau tidak pernah menyerah apalagi berhenti menyebarkan ajaran Allah.
ADVERTISEMENT
Nabi Musa alaihi salam sangat tabah menghadapi ayah angkatnya yaitu Raja Fir’aun. Raja Fir’aun menganggap dirinya sebagai Tuhan, hal inilah yang ingin diluruskan oleh Nabi Musa. Tidak hanya itu, ia juga sangat sabar dalam menghadapi kaumnya Bani Israil yang mengingkari dakwahnya.
Nabi Ibrahim merupakan ayah para nabi, hal ini dikarenakan banyak keturunannya yang menjadi nabi. Ketabahan Nabi Ibrahim terpancar saat mengahadapi kaumnya yang menyembah berhala, nahkan ayahnyapun seorang pembuat berhala. Tidak sampai disitu, ketabahan Nabi Ibrahim juga dibuktikan saat Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh pengikut Raja Namrud. Atas ketabahannya Allah memerintahkan api yang membakar Nabi Ibrahim agar menyejukan Nabi Ibrahim bukan membakarnya.
ADVERTISEMENT
4. Nabi Isa alaihi salam
Sebagaimana yang diajarkan dalam Al Quran, Nabi Isa merupakan anak dari Siti Maryam yang merupakan seorang gadis. Ketabahan Nabi Isa alaihi salam dibuktikan saat Nabi Isa dikhianati oleh pengikutnya yaitu Yahuza. Pada saat Nabi Isa bersembunyi dari serangan musuh, Yahuza melaporkan tempat tersebut dan berbalik menyerang Nabi Isa. Hingga akhirnya Nabi Isa ditangkap oleh musuh.
Namun Allah menunjukkan kuasaNya. Yahuza dibuat oleh Allah menyerupai Nabi Isa, sehingga para musuh menyalib Yahuza yang berwajah Nabi Isa.
5. Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam
Banyak sekali kisah kesabaran Nabi Muhammad yang dapat kita pelajari, sebagaimana salah satu kisah gelandangan buta yang selalu menjelek jelekan Nabi Muhammad, namun bukan dimarahi ataupun dimusuhi oleh Nabi Muhammad. Beliau justru selalu memberikannya makanan hingga menyuapinya, dan membiarkan gelandangan tersebut mencaci dirinya tanpa mengetahui bahwa orang yang memberinya makan adalah Nabi Muhammad.
ADVERTISEMENT
Demikian kisah Nabi yang Masyaallah begitu dahsyatnya kesabaran dan ketabahan yang dimiliki para Nabi yang bergelar Ulul Azmi, semoga kita dapat meneladani sifat mereka walau hanya sedikit.(DWA)