Konten dari Pengguna

Lawan Kata Sia-Sia dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lawan kata sia-sia dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash/Lukas Blazek
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lawan kata sia-sia dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash/Lukas Blazek

Sia-sia merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang sudah tidak asing di telinga. Terlebih, kata ini sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi beberapa orang belum mengetahui lawan kata sia-sia.

Di sisi lain, dengan adanya contoh kalimat dalam bahasa Indonesia memudahkan sesorang dalam memahami kata sia-sia dan lawan katanya. Dengan begitu, kosa kata bahasa Indonesia lebih banyak dan tidak kesulitan dalam menentukan suatu kata.

Lawan Kata Sia-Sia dan Contoh Kalimatnya

Ilustrasi lawan kata sia-sia dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash/sonia jahandari

Lawan kata memiliki istilah yang dikenal dengan antonim. Dikutip dari buku EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan oleh Ernawati Waridah (2013) antonim berasal dari kata "anti" atau "ant" yang artinya lawan dan "onuma" berarti nama. Sehingga, antonim diartikan sebagai kata-kata yang maknanya berbeda atau berlawanan.

Adapun dikutip dari buku Kamus Sinonim-Antonim Bahasa Indonesia-Bahasa Melayu Dialek Sambas oleh Harianto (2010) antonim atau lawan kata sia-sia adalah berguna dan bermanfaat.

Sebab, sia-sia dalam KBBI memiliki arti terbuang-buang saja; tidak ada gunanya (harganya, manfaatnya, hasilnya); percuma. Sedangkan berguna dan bermanfaat dapat diartikan sebagai mendatangkan kebaikan.

Untuk lebih memudahkan dalam memahami lawan kata sia-sia, berikut contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia.

  • Nasihatnya yang ia berikan sia-sia, karena ia tidak mengalami perubahan.

  • Ini adalah aplikasi yang sangat berguna untuk semua orang.

  • Olahraga yang teratur bermanfaat untuk tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Sifat-Sifat Lawan Kata atau Antonim

Ilustrasi contoh kalimat dengan lawan kata sia-sia. Foto: Unsplash/Aaron Burden

Verhaar menggantikan kata antonim dengan kata oposisi sehingga mencakup pengertian yang betul-betul berlawanan sampai yang hanya kebalikan. Oposisi dibagi menjadi beberapa macam, berikut penjelasannya.

1. Oposisi Mutlak

Antonim yang bersifat mutlak dan hanya ada pada dua kata, misalnya hidup x mati. Antara hidup dan mati terdapat batas yang mutlak, sebab sesuatu yang hidup tentu tidak (belum) mati, sedangkan sesuatu yang mati tentu sudah tidak hidup lagi. Ciri antonim mutlak adalah penyangkalan terhadap kata yang satu dengan kata lainnya.

2. Oposisi Kutub atau Gradual

Antonim dengan sifat gradasi adalah antonim yang terdapat tingkatan-tingkatan makna pada kata tersebut. Kata yang beroposisi kutub umumnya adalah kata-kata dari kelas adjektiva. Contohnya: jauh-dekat, panjang-pendek, dan sebagainya.

3. Oposisi Hubungan atau Relasional

Antonim hubungan atau relasional adalah antara dua kata mengandung hubungan kebalikan, kata-kata yang beroposisi hubungan ini bisa berupa kata kerja, seperti mundur-maju, pulang-pergi. Selain itu, bisa juga berupa kata benda, misalnya: ayah-ibu, guru-murid, dan sebagainya.

4. Oposisi Majemuk

Antonim majemuk mencakup suatu pangkat yang terdiri dari dua kata atau lebih. Oposisi ini berkaitan dengan hiponim-hiponim dalam suatu kelas. Misalnya: berdiri, duduk, berbaring, tiarap, dan jongkok.

5. Oposisi Hierarkial

Oposisi jenis ini mirip dengan oposisi majemuk, tetapi terdapat suatu kriteria tambahan, yakni tingkatan. Dalam oposisi hierarkial sendiri berupa satuan ukuran (berat, panjang, dan isi), nama satuan hitungan dan pemenggalan, nama jenjang kepangkatan (jabatan), dan sebagainya. Contoh: milimeter x kilometer dan Januari x Februari.

Baca Juga: Persamaan Kata dan Lawan Kata Seteru dalam Bahasa Indonesia

Demikianlah penjelasan singkat tentang lawan kata sia-sia dan contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan menambah kosa kata bahasa Indonesia.(MZM)