Pengertian Tabligh dalam Islam Lengkap dengan Dalilnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian tabligh adalah salah satu istilah yang akrab dikenal dalam Islam. Umumnya istilah tabligh merujuk sebagai salah satu sifat wajib yang dimiliki Rasulullah. Namun rupanya pengertian tabligh dapat didefinisikan secara luas. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai definisi tabligh, mari simak pemaparan mengenai tabligh berikut ini.
Pengertian Tabligh Lengkap dengan Dalil yang Membahasnya
Tabligh adalah salah satu istilah yang banyak dikenal sebagai sifat wajib yang dimiliki Nabi. Namun rupanya lebih dari itu, tabligh juga dapat diartikan sebagai salah satu cara atau upaya yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan dan menyebarkan kebaikan pada sesama manusia.
Lebih jelas lagi, pengertian tabligh dipaparkan secara rinci dalam buku berjudul Cahaya Abadi Muhammad SAW 1: Kebanggaan Umat Manusia yang ditulis oleh M. Fethullah Gulen (2013:188) yang menjelaskan pengertian tabligh adalah salah satu sifat wajib yang dimiliki seorang Nabi. Pengertian tabligh juga dapat diperluas menjadi, “menyampaikan dan menjelaskan kebenaran Islam”; atau mengartikannya sebagai, “menyeru kepada yang baik dan mencegah pada kemungkaran.”
Tabligh dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagaimana yang disebutkan dalam buku berjudul Dakwah Dalam Al-qur'an yang disusun oleh Yuli Umro’atin, M. Pd (2020:42) yang menyebutkan bahwa konsep dasar dari pengertian tabligh adalah upaya menyampaikan ajaran Ilahi kepada manusia. Tabligh dapat disampaikan secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan media seperti televisi, radio, majalah, dan lain sebagainya.
Menyampaikan kebenaran atau tabligh juga dibahas dalam berbagai dalil baik dalam Alquran maupun hadis. Misalnya saja dalam surat Al Maidah ayat 67 yang berisi perintah Allah kepada Rasulullah untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya. Berikut ini adalah surat Al Maidah ayat 67 yang membahas tabligh:
﴾يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّـهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ﴿
Artinya: "Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan jika kamu tidak mengerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (QS. Al Maidah-67)
Selain dibahas dalam Alquran, tabligh juga dibahas dalam hadis. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim berikut ini:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Artinya: “Barang siapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga” (HR. Muslim no. 2674).
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa barang siapa yang mengerjakan tabligh atau menyampaikan kebaikan pada orang lain, lalu mereka mengerjakan kebaikan tersebut, maka kita akan mendapatkan pahala semisal yang mereka kerjakan tanpa mengurangi pahala yang mereka peroleh.
Pemaparan mengenai pengertian tabligh dan dalil yang membahasnya dapat Anda jadikan sebagai motivasi untuk menambah ilmu dan juga mengajak pada kebaikan bagi orang-orang yang kita sayangi. (DAP)
