Penyunting Naskah: Tugas dan Syarat yang Wajib Diketahui

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang yang melakukan penyuntingan disebut penyunting. Suatu naskah perlu melewati tahap penyuntingan sebelum diterbitkan. Hal ini dilakukan agar naskah mudah dibaca dan dipahami serta berisi data dan fakta yang benar.
Seorang penyunting memiliki sejumlah tugas, salah satunya adalah menghilangkan kekurangan dari karya penulis. Selain itu, terdapat beberapa syarat yang wajib diketahui jika ingin menjadi seorang penyunting.
Orang yang Melakukan Penyuntingan Disebut Penyunting
Orang yang melakukan penyuntingan disebut penyunting. Dikutip dari Penyuntingan Naskah, Amalia (2021:4), penyuntingan adalah pekerjaan yang melibatkan tiga komponen, yaitu penerbit, penulis, dan pembaca.
Penyuntingan dibutuhkan untuk menjembatani ketiga pihak tersebut. Penyunting memiliki beberapa tugas sebagai berikut.
Menghilangkan kekurangan yang terdapat pada karya penulis.
Mempelajari naskah secara keseluruhan yang meliputi isi, wawasan, tingkatan, panjang, ilustrasi, dan sebagainya.
Menyunting suatu naskah dari segi bahasa seperti diksi, ejaan, tanda baca, dan struktur kalimat.
Memperbaiki naskah atas persetujuan dari penulis.
Menjadi pembaca yang cerdas dan kritis sehingga memperhatikan detail hingga ke hal-hal kecil.
Tidak membuat perubahan yang tidak diperlukan.
Syarat Menjadi Penyunting Naskah
Untuk menjadi seorang penyunting naskah, ada beberapa syarat yang harus dipahami. Berikut beberapa di antaranya.
Memahami ejaan: penyunting naskah harus memahami penggunaan tanda baca, pemenggalan kata, serta penggunaan huruf kapital.
Memahami tata bahasa: penyunting naskah harus mengetahui kata yang baku, bisa membedakan kalimat yang benar dan salah, pilihan kata yang tepat, dan lainnya.
Terbiasa dengan kamus: penyunting naskah juga harus terbiasa dengan kamus bahasa dan kamus istilah.
Memiliki kepekaan bahasa: seorang penyunting diharuskan bisa membedakan kalimat yang bisa digunakan dan tidak bisa digunakan, kalimat halus dan kasar, serta kalimat yang harus dihindari.
Punya pengetahuan luas: agar bisa melakukan penyuntingan naskah, seorang penyunting wajib memiliki pengetahuan luas. Caranya adalah dengan rajin membaca buku, koran, majalah, dan tulisan lain. Selain itu, pengetahuan bisa didapat dari media audio-visual.
Memiliki ketelitian dan kesabaran: penyunting naskah perlu membaca tulisan berulang kali agar tidak melewatkan kesalahan. Penyunting harus memperhatikan semua kata, istilah, dan kalimat yang digunakan penulis.
Baca juga: 6 Tips Menulis Cerpen agar Menarik dan Berkesan bagi Pembaca
Orang yang melakukan penyuntingan disebut penyunting. Penyunting memiliki sejumlah tugas dan syarat yang perlu dipahami. (KRIS)
