Perbedaan antara Naratif Ekspositoris dengan Naratif Sugestif

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Indonesia, terdapat dua jenis teks naratif, yakni naratif ekspositoris dan naratif sugestif. Hal inilah yang membuat banyak orang kerap mencari informasi tentang jawaban dari soal jabarkan perbedaan antara naratif ekspositoris dengan naratif sugestif.
Khususnya bagi masyarakat awam yang sedang belajar tentang berbagai jenis teks dalam bahasa Indonesia. Apalagi kedua teks naratif tersebut terbilang cukup sering muncul dalam berbagai bahan bacaan.
Apa Perbedaan antara Naratif Ekspositoris dengan Naratif Sugestif dalam Bahasa Indonesia?
Mengutip dari buku Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Tinggi di Sekolah Dasar oleh Dilla Fadhillah (2022:92), berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan antara naratif ekspositoris dengan naratif sugestif.
1. Naratif Ekspositoris
Naratif ekspositoris merupakan teks narasi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca agar wawasannya bertambah luas. Artinya, melalui teks ini, penulis ingin menggugah pikiran pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan.
Adapun sasaran utamanya adalah rasio, yakni berupa perluasan pengetahuan para pembaca sesudah membaca kisah tersebut. Secara umum, naratif ekspositoris mempunyai dua sifat, yakni umum atau generalisasi dan dapat bersifat khusus atau khas. Berikut penjelasannya.
a. Naratif Ekspositoris yang Bersifat Umum
Naratif ekspositoris yang bersifat umum adalah teks narasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu proses atau peristiwa yang dapat dilakukan oleh siapa saja serta bisa dilakukan secara berulang-ulang.
Dengan adanya pola kejadian yang berulang ini, maka seseorang dapat mendapatkan kemahiran yang tinggi tentang hal tersebut.
b. Naratif Ekspositoris yang Bersifat Khusus
Naratif ekspositoris yang bersifat khusus adalah teks narasi yang berusaha untuk mengisahkan suatu peristiwa yang khas dan hanya terjadi sekali, Peristiwa ini tidak dapat diulang kembali karena merupakan pengalaman atau kejadian pada suatu waktu tertentu.
Contohnya seperti pengalaman pertama kali naik haji, pengalaman pertama naik pesawat terbang, dan lain sebagainya.
2. Naratif Sugestif
Naratif sugestif merupakan teks narasi yang berusaha untuk memberikan makna atas peristiwa ataupun kejadian sebagai sebuah pengalaman. Adapun sasaran utama dari teks naratif ini adalah makna peristiwa atau kejadian sehingga dapat menimbulkan imajinasi pembaca.
Pembaca akan menarik sebuah makna baru di luar apa yang ingin diungkapkan penulis secara eksplisit. Makna baru ini tentu saja melibatkan daya imajinasi pembaca berdasarkan keseluruhan narasi yang disajikan.
Baca Juga: Pengertian Teks Narasi Sejarah dan Contohnya
Itu dia ulasan mengenai perbedaan antara naratif ekspositoris dengan naratif sugestif. (Anne)
