Profil Perusahaan Gojek sebagai Salah Satu Startup Unicorn di Indonesia

Konten dari Pengguna
22 Mei 2022 17:32
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Profil Perusahaan Gojek sebagai Salah Satu Startup Unicorn di Indonesia (52480)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gojek yang menjadi perusahaan startup Unicorn di Indonesia. Foto: unsplash.com/pretentiousmaru
ADVERTISEMENT
Pernahkan Anda menggunakan layanan antar jemput Gojek, baik untuk pergi ke suatu tempat ataupun mengantarkan makanan dan barang-barang lainnya? Layananan antar jemput memang sangatlah banyak digunakan masyarakat Indonesia. Bahkan, Gojek menjadi salah satu startup terbesar di Indonesia. Tak sampai disitu sajam perusahaan ini juga sudah merambah ke berbagai negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina. Penasaran dengan profil perusahaan Gojek yang menjadi salah satu perusahaan financial technology (fintech) terbesar di Indonesia ini? Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut!
ADVERTISEMENT

Profil Perusahaan Gojek sebagai Salah Satu Startup Unicorn di Indonesia

Gojek merupakan sebuah aplikasi yang didirikan oleh Nadiem Anwar Makarim yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dalam Kabinet Indonesia Maju. Ide awal munculnya aplikasi ini berawal dari pengalaman pribadinya sebagai pengguna setia ojek pangkalan untuk menghadapi kemacetan Ibukota Jakarta.
Karena efektifitas ojek pangkalan yang sangat rendah. Nadiem melakukan wawancara kepada para tukang ojek langganannya, sebab para tukang ojek menunggu penumpang selama 8 hingga 10 jam. Selain itu, mereka hanya mendapatkan 4 sampai 7 penumpang dalam sehari. Sering kali mereka kesulitan untuk mencari pelanggan.
Melihat hal ini, Nadiem Makarim bersama Michaelangelo Maron membantu para tukang ojek pangkalan untuk mendapatkan penumpang secara cepat dengan efisensi yang tinggi. Maka dibuatlah perusahaan yang bernama Gojek.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan saat ini, pada awal perintisan gojek hanya mengandalkan 1 call center untuk menghubungkan para pengemudi ojek.
Dengan semakin banyaknya pengguna Gojek, Nadiem Makarim medapat tawaran investasi dari NSI Ventures. Pada tanggal 7 Januari 2015, muncullah aplikasi bernama Gojek yang bisa diunduh di platform Android dan iOS menggantikan peranan call center.
Profil Perusahaan Gojek sebagai Salah Satu Startup Unicorn di Indonesia (52481)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perusahan gojek yang menjadi ladang pekerjaan masyarakat Indonesia. Foto: unsplash.com/javaistan
Kemudian pada bulan Agustus 2016, Gojek mendapatkan pendanaan senilai US$550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan investor-investor sebelumnya. Dengan berbagai pendanaan yang didapatkan membuat perusahaan Gojek resmi menyandang status startup unicorn pertama kali di Indonesia.
Dikutip dari buku UMKM Dahulu Unicorn Kemudian karya I Gede Agung Yudana (2020:6) unicorn merupakan sebutan sebuah perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp. 14,5 triliun.
ADVERTISEMENT
Untuk mengembangkan sayap perusahaan, Gojek berekspansi ke negara tetangga dan Vietman menjadi negara pertamanya. Di Vietnam, Gojek memperkenalkan aplikasi bernama GoViet. Selain itu, Gojek juga berekspansi ke Thailand untuk memperkenalkan aplikasi bernama GET.
Setelah sukses di Vietnam dan Thailang, Gojek juga berekspansi di Singapura. Namun yang berbeda dengan negara-negara lainnya, Gojek tidak menjalankan layanan dengan motor lantaran larangan dari pemerintah setempat. Sebagai gantinya, Gojek menjalankan layanan dengan sepeda. Hingga tahun 2019, Singapura menjadi pasar terbesar kedua setelah Indonesia.
Pada 17 Mei 2021, Gojek dan Tokopedia melakukan merger dan melahirkan identitas baru bernama GoTo. Gabungan dua startup terbesar di Indonesia ini dapat mendorong kemajuan bangsa dan juga kemajuan ekonomi yang semakin pesat. Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab Gojek dan Tokopedia menyumbangkan 2% dari PDB Indonesia. (MZM)
ADVERTISEMENT