Tata Cara Shalat Sunah Akhir dan Awal Tahun Hijriyah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada amalan khusus yang dapat dilakukan saat akhir dan awal tahun Hijriyah, yakni shalat sunah khusus. Untuk itu, umat muslim perlu mengetahui tata cara shalat sunah akhir dan awal tahun Hijriyah.
Walaupun akhir dan awal tahun Hijriyah masih di awal bulan Juli tahun 2024, tetapi tidak ada salahnya belajar terlebih dahulu tata cara shalat sunah yang disarankan sebagai amalan khusus tersebut.
Cara Shalat Sunah Akhir dan Awal Tahun Hijriyah
Untuk menghidupkan akhir dan awal tahun Hijriyah, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah. Salah satunya amalan shalat sunah yang dapat menghapuskan dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang.
Shalat sunah akhir dan awal tahun Hijriyah yang dapat dikerjakan umat Muslim sebagai amalan penghapus dosa ini adalah shalat tasbih dan wirid.
Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah Saw, Ustadz Arif Rahman (2016), cara melakukan shalat tasbih sama dengan melakukan shalat sunah lainnya, perbedaannya hanya niatnya saja.
Bagi umat muslim yang ingin melaksanakan shalat sunah tasbih dan wirid di akhir dan awal tahun Hijriyah, caranya sama dengan shalat tasbih pada umumnya. Adapun bacaan tasbih dalam shalat tasbih berbunyi:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
"Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallahu allahu akbar."
Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:
و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة
Artinya:
"Dan (termasuk shalat sunah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar-di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh-sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat."
Berdasarkan penjelasan Ibnu Hajar tersebut, maka dapat disimpulkan tata cara pelaksanaan shalat tasbih sebagai berikut.
Pada rakaat pertama, setelah membaca surah pendek membaca bacaan tasbih sebanyak 15 kali.
Pada saat rukuk sebelum i'tidal, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
Pada saat i'tidal sebelum sujud, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
Pada saat sujud pertama sebelum duduk, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
Duduk diantara dua sujud sebelum sujud kedua, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
Pada saat sujud kedua sebelum berdiri, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
Setelah sujud, sebelum berdiri duduk terlebih dahulu untuk membaca tasbih 10 kali.
Pada rakaat kedua, jumlah bacaan tasbihnya sama. Hanya saja sebelum salam, terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Dengan demikian, semua bacaan itu dalam setiap satu rakaat shalat berjumlah sebanyak 75 kali. Sehingga dalam 4 rakaat total dibaca sebanyak 300 kali tasbih.
Baca Juga: 7 Hikmah Melaksanakan Salat Sunnah
Demikian uraian tentang tata cara shalat sunah akhir dan awal tahun Hijriyah. Pelajari terlebih dahulu tata cara tersebut dan semoga bisa diniatkan untuk melakukan shalat sunah tasbih di akhir dan awal tahun baru Islam. (ARD)
