kumparan
Tekno & Sains13 Maret 2020 8:54

Elon Musk Ungkap Kekesalan Usai Kapal Luar Angkasa SpaceX Meledak

Konten kiriman user
Starship MK1 SpaceX.jpg
Kapal luar angkasa bernama MK 1 milik SpaceX. Foto: SpaceX
Bukan lagi menjadi rahasia betapa besar keinginan Elon Musk untuk bisa membawa manusia ke planet Mars. Jutaan dolar AS telah diinvestasikan untuk cita-citanya ini.
ADVERTISEMENT
Namun, sepertinya harapan pria kelahiran Afrika Selatan ini masih harus bersabar. Pasalnya sebuah prototipe pesawat luar angkasa dari SpaceX baru saja meledak dalam sebuah percobaan di Texas, Amerika Serikat.
Setelah kejadian tersebut, CEO SpaceX itu mengungkapkan kekecewaannya via Twitter. Ia membagikan video Youtube berdurasi hampir 3 menit yang memperlihatkan proses meledaknya kapal rancangan perusahaan miliknya.
Meski terlihat tenang di Twitter, Elon Musk cukup marah atas kejadian tersebut. Setidaknya itu terlihat dari hasil wawancara editor Ars Technica, Eric Berger.
“Kita ingin memberikan pesan kepada tim, bahwa ini (pesawat) dirancang dengan buruk, dibuat dengan buruk, dan diperiksa dengan buruk. Itulah faktanya,” jelas Elon kepada Berger.
Pendiri perusahaan mobil listrik Tesla ini juga menambahkan, bahwa para insinyur di SpaceX harus lebih berhati-hati.
ADVERTISEMENT
“Saya bicara kepada mereka, di masa depan, perlakukan roket itu seperti itu adalah bayimu, dan jangan kirim roket itu ke tempat peluncuran kecuali kamu yakin bahwa bayimu akan baik-baik saja,” lanjut Elon.
Musk juga mengutarakan bahwa ia ingin seluruh ilmuwan di perusahaannya bisa jujur kepadanya.
“Apa yang tidak baik adalah mereka berpikir bahwa pengelasan yang ada tidak cukup baik, (tapi) mereka tidak berkata kepada saya, mereka malah membawanya ke landasan dan meledakannya,” tambah Elon.
“Sekarang saya sudah mengatakannya dengan jelas. Banyak ruang bagi saya untuk memaafkan apabila kalian memberitahu sesuatu. Tidak ada kata maaf apabila kalian tidak melakukan itu,” lanjut Elon menyatakan kemarahannya.
Elon Musk, CEO SpaceX dan Tesla
Elon Musk, CEO perusahaan SpaceX dan Tesla. Foto: REUTERS/Danny Moloshok
Kegagalan SpaceX menguji coba pesawat luar angkasa SN1 ini menjadi hambatan kecil bagi rencana besar di masa depan. Prototipe baru telah dalam fase perancangan oleh seluruh kru SpaceX di Texas, AS.
ADVERTISEMENT
Namun, masalah ini secara spesifik sangat menggangu Elon Musk. Tidak lain karena ia tidak hanya ingin pesawat ini dapat terbang. Pendiri PayPal ini berharap perusahaannya dapat membangun hingga 1.000 buah pesawat luar angkasa untuk ke planet Mars.
Pada November lalu, Elon menjelaskan bahwa ia yakin dapat membawa satu juta orang ke Mars pada tahun 2050. Menurutnya, untuk membawa jumlah tersebut akan dibutuhkan 1.000 buah pesawat luar angkasa.
(EDR)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan