News
·
21 Januari 2021 8:37

Bendera Indonesia dan Kisah Fatmawati

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Bendera Indonesia yang berwarna merah putih memiliki makna berani dan suci, sebagai lambang betapa perjuangan Indonesia melawan penjajah, dari mulai Portugis, Belanda, Sekutu, Jepang, hingga Belanda datang lagi begitu panjang, penuh keberanian, dengan niat yang suci: merdeka di tanah sendiri.
ADVERTISEMENT
Ibu Fatmawati adalah sosok yang berada di balik sejarah mulai berkibarnya bendera Indonesia saat Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

Kisah Ibu Fatmawati, Si Penjahit Bendera Indonesia

Bendera Indonesia dan Kisah Fatmawati (614366)
searchPerbesar
Bendera Indonesia. Foto: Freepik
Tahun 1938, saat Bung Karno sedang dibuang ke Bengkulu, Fatmawati diajak oleh ayahnya, Hassan Din, untuk menemui presiden pertama RI tersebut. Saat itulah, Bung Karno langsung merasa tertarik pada Fatmawati, dan akhirnya menikahinya di bulan Juli 1943.
Setahun kemudian, saat Jepang menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia, bendera Indonesia diizinkan untuk dikibarkan. Begitu pun dengan Indonesia Raya juga diperbolehkan untuk dinyanyikan.
Fatmawati pun segera berencana untuk membuat bendera Indonesia agar dapat dikibarkan saat Proklamasi di Pegangsaan Timur.
Saat itu, bukan hal yang mudah untuk bisa mendapatkan kain berwarna merah dan putih, karena harus diimpor. Sedangkan, prosedur pengelolaan barang impor masih dikuasai oleh Jepang. Namun, dengan satu dan lain cara, Fatmawati berhasil juga mendapatkan satu blok kain putih, dan satu blok kain merah.
ADVERTISEMENT
Dalam kondisinya yang sedang mengandung putra pertamanya dengan Bung Karno, yang kemudian diberi nama Guntur Soekarno Putra, Fatmawati pun menjahit bendera Indonesia yang pertama—yang kemudian disebut dengan bendera pusaka—dengan mesin jahit tangan, lantaran sebenarnya beliau tidak diperbolehkan untuk menggunakan mesin jahit dengan kaki karena alasan kesehatan kehamilannya.

Bendera Pusaka Kini Ada di Mana?

Bendera Indonesia yang dijahit oleh Fatmawati selalu dikibarkan di masa perjuangan. Ketika Belanda datang kembali ke Indonesia, bendera ini sempat dibelah menjadi dua demi keselamatannya. Namun, kemudian disatukan kembali saat kondisi negara telah aman.
Sejak tahun 1968, bendera pusaka yang dijahit oleh Fatmawati tak lagi dikibarkan karena kerapuhannya. Meski seharusnya disimpan di Monas, namun sampai sekarang, bendera Indonesia yang sangat bersejarah ini ada di Istana Negara.
ADVERTISEMENT
Nah, semoga sedikit kisah Fatmawati yang menjahit bendera Indonesia ini menjadi inspirasi bagi Anda untuk semakin cinta pada Indonesia.
(CR)