News
·
29 Oktober 2020 8:26

Corona Virus Indonesia: Mengamankan Vaksin COVID-19 Inggris yang Menjanjikan

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Corona Virus Indonesia: Mengamankan Vaksin COVID-19 Inggris yang Menjanjikan (187627)
Ilustrasi Vaksin COVID-19 AstraZeneca. Foto: Dok. Fox Business
Corona virus Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus. Per tanggal 28 Oktober 2020, pertambahan kasus masih berada di angka 4.000 dan belum pernah mencapai angka di bawah 3.000 sejak bulan September lalu. Angka tersebut diprediksi akan semakin meningkat dalam beberapa waktu kedepan, terutama akibat dari libur panjang di akhir bulan Oktober.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari situs The Diplomat, dikabarkan bahwa Indonesia telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan farmasi AstraZeneca untuk memasok negara ini dengan 100 juta vaksin virus corona tahun depan.
Lebih lanjut The Diplomat melaporkan, dalam perjalanan dua hari ke London, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menandatangani Letter of Intent dengan perusahaan yang berbasis di Inggris untuk pengadaan vaksin tersebut.
Saat ini progress percobaan vaksin corona milik AstraZeneca sedang dalam tahap akhir uji coba pada manusia. “Pengiriman pertama diharapkan dilakukan pada semester pertama 2021 dan akan dilakukan secara bertahap,” ucap Retno dalam jumpa pers pada 14 Oktober lalu.

Corona Virus Indonesia: Perjanjian Vaksin AstraZeneca Dikabarkan Batal

Corona Virus Indonesia: Mengamankan Vaksin COVID-19 Inggris yang Menjanjikan (187628)
Ilustrasi vaksin untuk COVID-19. Foto: Dok. The UBJ
Setelah dikabarkan Indonesia akan menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca, beberapa waktu lalu tersiar kabar lagi bahwa ternyata perjanjian tersebut terancam batal.
ADVERTISEMENT
Mengutip melalui kumparanNews, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa "ketersediaannya tidak dalam waktu dekat, baru masuk di kuartal II tahun depan. Maka arahan Presiden terhadap vaksin-vaksin AstraZeneca dan lain-lain tetap dikaji,"
Selain AstraZeneca, berdasarkan Wall Street Journal, pemerintah ternyata berniat untuk mendapatkan 18 juta dosis pada akhir tahun ini dari tiga perusahaan, yaitu China - Sinovac Biotech Ltd., Sinopharm dan CanSino Biologics Inc.
Berbeda dengan AstraZeneca, vaksin ini rencananya akan diutamakan untuk beberapa pihak, salah satunya kepada tenaga kesehatan yang senantiasa siap siaga dalam menangani Corona Virus Indonesia. (LA)