News
·
5 Mei 2021 17:37

Hadist Tentang Malam Lailatul Qadar dan Cara Meraih Keutamaannya

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Hadist Tentang Malam Lailatul Qadar dan Cara Meraih Keutamaannya (649409)
Ilustrasi Hadits Tentang Lailatul Qadar. Foto: dok. https://pexels.com
Dalam Islam, Alquran dan hadist dijadikan sebagai pedoman umat Islam untuk mengatur kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, dalam Alquran maupun hadits juga terdapat banyak hal yang dapat bermanfaat dalam kehidupan manusia, seperti anjuran mengamalkan ibadah dan juga keutamaan dari amalan harian yang kita kerjakan.
ADVERTISEMENT
Salah satu contohnya adalah hadits tentang malam lailatul qadar yang berisi petunjuk meraih keutamaan malam lailatul qadar.

Hadits Tentang Malam Lailatul Qadar Sebagai Petunjuk Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar merupakan sebuah malam istimewa yang dipandang memiliki posisi yang mulia dalam Islam. Hal ini karena malam lailatul qadar memiliki keutamaan yang melimpah. Bagaimana tidak, malam lailatul qadar ini memiliki keutamaan yang sangat bermanfaat bagi orang yang mau berusaha meraihnya. Keutamaan malam lailatul qadar ini disebut-sebut bernilai lebih mulia daripada seseorang yang beribadah selama 1000 bulan.
Malam lailatul qadar ini muncul di dalam salah satu dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Kemunculan malam lailatul qadar ini tidak disebutkan secara jelas akan jatuh tepat pada tanggal berapa atau hari keberapa bulan Ramadhan, hanya saja Nabi diberikan petunjuk oleh Allah untuk mencari malam lailatul qadar di antara sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits tentang malam lailatul qadar berikut ini:
ADVERTISEMENT

التمِسوها في العشرِ الأواخرِ من رمضانَ، ليلةَ القدرِ، في تاسِعةٍ تَبقى، في سابِعةٍ تَبقى، في خامِسةٍ تَبقى

Artinya: “Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, pada malam yang ke sembilan tersisa, malam yang ke tujuh tersisa, malam yang ke lima tersisa” (HR. Bukhari)
Malam lailatul qadar tersebut tentunya tidak dapat diperoleh dengan cuma-cuma. Kita perlu berusaha istiqomah beribadah selama sepuluh malam di akhir Ramadhan. Hal ini dijelaskan dalam buku berjudul Mukjizat Lailatul Qadar: Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan yang ditulis oleh Arif M. Riswanto (2007:19-22) menyebutkan bahwa malam lailatul qadar akan didapatkan bagi orang yang mau berusaha keras dengan penuh iman. Rupanya hal ini juga dicontohkan Nabi semasa hidupnya, pengamalan Nabi ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim berikut:
ADVERTISEMENT

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).
Hadits tentang malam lailatul qadar dan cara meraih keutamaannya tersebut dapat Anda jadikan sebagai wawasan bermanfaat bagi Anda khususnya tentang malam lailatul qadar agar Anda dapat meraih keutamaan malam lailatul qadar di bulan Ramadhan ini. (DA)