Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Standar Pengukuran Internasional yang Biasa Digunakan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis standar pengukuran internasional, sumber foto: unsplash.com/Christian Kaindl
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis standar pengukuran internasional, sumber foto: unsplash.com/Christian Kaindl

Pengukuran adalah proses menentukan besaran atau nilai suatu besaran fisik dengan membandingkannya dengan besaran lain yang sejenis dan telah disepakati sebagai standar. Makanya, terdapat jenis-jenis standar pengukuran internasional yang biasa digunakan.

Pengukuran sendiri sangat penting dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, perdagangan, industri, kesehatan, dan sebagainya.

Jenis-jenis Standar Pengukuran Internasional

Ilustrasi jenis-jenis standar pengukuran internasional, sumber foto: unsplash.com/patricia serna

Dikutip dari buku Dasar-Dasar IPA: Konsep dan Aplikasinya, Atep Sujana & Julia, (2014:11), pengertian pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran yang belum diketahui nilainya dengan suatu nilai standar di satuan ukur tertentu.

Untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan oleh berbagai pihak dapat dipercaya dan dibandingkan secara objektif, maka diperlukan adanya standar pengukuran internasional yang bersifat universal dan konsisten.

Standar pengukuran internasional adalah sistem satuan ukur yang digunakan secara umum di seluruh dunia untuk mengukur besaran-besaran fisik. Standar pengukuran internasional yang paling banyak digunakan saat ini adalah Sistem Satuan Internasional (SI).

Sistem pengukuran ini terdiri dari tujuh besaran pokok dan beberapa besaran turunan.

1. Besaran Pokok

Berikut ini adalah jenis-jenis standar pengukuran internasional khusus untuk besaran pokok.

  • Panjang, dengan satuan meter (m)

  • Massa, dengan satuan kilogram (kg)

  • Waktu, dengan satuan sekon (s)

  • Arus listrik, dengan satuan ampere (A)

  • Suhu termodinamika, dengan satuan kelvin (K)

  • Jumlah zat, dengan satuan mol (mol)

  • Intensitas cahaya, dengan satuan kandela (cd)

2. Besaran Turunan

Sementara itu, untuk besaran turunan SI adalah besaran yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi dari besaran pokok SI, misalnya:

  • Luas, dengan satuan meter persegi (m^2^)

  • Volume, dengan satuan meter kubik (m^3^)

  • Kecepatan, dengan satuan meter per sekon (m/s)

  • Percepatan, dengan satuan meter per sekon kuadrat (m/s^2^)

  • Gaya, dengan satuan newton (N), yang setara dengan kilogram meter per sekon kuadrat (kg m/s^2^)

  • Energi atau usaha, dengan satuan joule (J), yang setara dengan kilogram meter kuadrat per sekon kuadrat (kg m^2^/s^2^)

  • Daya, dengan satuan watt (W), yang setara dengan joule per sekon (J/s) atau kilogram meter kuadrat per sekon kubik (kg m^2^/s^3^)

  • Tegangan listrik atau beda potensial, dengan satuan volt (V), yang setara dengan watt per ampere (W/A) atau kilogram meter kuadrat per sekon kubik per ampere (kg m^2^/s^3^ A)

Baca juga: Ukuran Berat Kapal dan Satuan Pengukuran yang Digunakannya

Demikian adalah pembahasan mengenai jenis-jenis standar pengukuran internasional untuk panduan pengukuran. (WWN)