Kisah Nabi Sulaiman yang Patut Diteladani Umat Muslim

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meneladani sikap nabi membuat seorang umat muslim akan semakin baik. Salah satu yang patut diteladani adalah Nabi Sulaiman. Banyak sekali sifat yang dapat diteladani dari Nabi Sulaiman. Dikutip dari buku yang berjudul Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman karya Muhammad Gufron Hidayat, SE.I (2013: 22), Nabi Sulaiman Allaihi sallam merupakan nabiyullah yang tercatat dalam sejarah sebagai nabi yang cerdas, kaya raya, berkuasa dan saleh. Salah satu cara untuk meneladani Nabi Sulaiman adalah dengan mengetahui kisah Nabi Sulaiman.
Kisah Nabi Sulaiman yang Patut Diteladani
Nabi Sulaiman adalah nabi yang ke-18 dan putra dari Nabi Daud a.s. sebelum Nabi Ilyas a.s. Dalam surat An-Naml menjelaskan tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Surat An-Naml ayat 15:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".
Surat An-Naml ayat 16
وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ
Artinya: Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
Kisah Nabi Sulaiman yang bisa berbahasa Hewan
Dari Surat An-Naml ayat 17 Allah berfirman:
وَحُشِرَ لِسُلَيْمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ
Artinya: Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
Nabi Sulaiman juga dianugerahi dengan dapat berbicara dengan Semut.
Allah berfirman dalam surat An-Naml ayat 18
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Artinya: Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari".
Kemudian Nabi Sulaiman tersenyum dan berdoa seperti dalam surat An-Naml ayat ke-19
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
Selain dapat berbicara dengan hewan, Nabi Sulaiman juga dapat memberi perintah kepada burung hid-hud. Dijelaskan dalam surat
An-Naml ayat 20 dan 21 Allah berfirman.
وَ تَفَقَّدَ الطَّیْرَ فَقَالَ مَا لِیَ لَاۤ اَرَى الْهُدْهُدَ ﳲ اَمْ كَانَ مِنَ الْغَآىٕبِیْنَ(۲۰) لَاُعَذِّبَنَّهٗ عَذَابًا شَدِیْدًا اَوْ لَاۡاَذْبَحَنَّهٗۤ اَوْ لَیَاْتِیَنِّیْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِیْنٍ(۲۱)
Artinya: Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. (20) Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. (21)
Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis
Nabi Sulaiman mendapatkan kabar dari burung hud-hud terdapat kaum yang dipimpin seorang wanita yang menyembah matahari bukan menyembah Allah.
Dari surat An-Naml ayat ke-24 Allah berfirman,
وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ
Artinya: Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
Kemudian Nabi Sulaiman mengirimlkan surat kepada Ratu Qilqis yang isinya terdapat dalam surat Al-Naml ayat ke 30 dan 31,
إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ(۳۰)
أَلَّا تَعْلُوا۟ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ(۳۱)
Artinya: Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (30). Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri" (31).
Ratu Bilqis menjawab surat dari Nabi Sulaiman seperti yang terdapat dalam Surat An-Naml ayat ke-33
قَالُوا نَحْنُ أُولُو قُوَّةٍ وَأُولُو بَأْسٍ شَدِيدٍ وَالْأَمْرُ إِلَيْكِ فَانظُرِي مَاذَا تَأْمُرِينَ
Artinya: “(Mereka menjawab, “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan juga memiliki keberanian yang sangat) dalam peperangan (dan keputusan berada di tanganmu, maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”) kami akan menaati perintahmu”.
Ratu Bilqis kemudian membalas surat tersebut dengan memberi perintah kepada utasanya untuk memberikan hadiah kepada Nabi Sulaiman. Namun Nabi Sulaiman menolak seperti yang terdapat dalam surat An-Naml ayat 35 dan 36,
وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ(۳۵)
فَلَمَّا جَآءَ سُلَيْمَٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيْرٌ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُم بَلْ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ(۴۶)
Artinya: Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu"(35). Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu (36).
Karena Nabi Sulaiman menolak dan akan mengusir Ratu Bilqis dan para pengikutnya maka Ratu Bilqis mendatangkan pasukannya untuk menyerang Nabi Sulaiman. Kemudian Nabi Sulaiman mendatangkan singgahsana Ratu Bilqis seperti dalam surat An-Nahl ayat ke-41,
قَالَ نَكِّرُوا۟ لَهَا عَرْشَهَا نَنظُرْ أَتَهْتَدِىٓ أَمْ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ
Artinya: Dia berkata: "Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)".
Ratu Bilqis tiba untuk menemui Nabi Sulaiman. Namun dia tidak percaya bahwa ada istana yang menyerupai istana miliknya di Saba. Selama ini Ratu Bilqis berpikir bahwa istana miliknya adalah istana terindah.
Saat ditanya Nabi Sulaiman “Seperti inikah singgahsanamu? Sontak membuat Ratu Bilqis kaget dan menjawab: “seakan-akan singgahsana ini singgahsanaku”. Lantas ratu Bilqis dipersilahkan masuk ke istana Nabi Sulaiman. Karena hal tersebut membuat Ratu Bilqis takjub dan menyadari akan bahwa masih ada di atasnya. Ratu Bilqis pun memohon maaf atas kekhilafannya.
Itulah kisah Nabi Sulaiman a.s. yang dapat dijadikan teladan. Walaupun Nabi Sulaiman kaya raya namun tidak sombong dan masih banyak lagi teladan Nabi Sulaiman seperti yang sudah dijelaskan di atas.
(MZM)
