Food & Travel
·
9 Maret 2021 12:32

Mengenal Ulos sebagai Pakaian Adat Batak

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Mengenal Ulos sebagai Pakaian Adat Batak (1009092)
searchPerbesar
Foto: Unsplash
Pernah mendengar tentang ulos? Ulos merupakan bagian dari budaya Indonesia yang begitu heterogen (bermacam – macam) dari Sabang hingga Merauke. Sangat wajar apabila Indonesia jug apunya beragam bahasa daerah dan adat istiadat. Semua yang melekat pada setiap insan, punya ciri khas tersendiri. Seperti di pulau Jawa yang memiliki batik sebagai warisan nenek moyang.
ADVERTISEMENT
Ya, tidak hanya pulau Jawa saja yang memiliki batik sebagai peninggalan leluhur. Pulau Sumatra Utara juga punya warisan budaya, yakni kain Ulos. Tepatnya dari suku Batak, yang banyak memiliki berbagai motif kain ulos yang cantik dan menawan.
Proses pembuatan kain ulos ini adalah dengan teknik menenun oleh wanita Batak. Ulos punya bermacam pola dan di jual di toko – toko. Kegiatan menenun mimiliki nilai magis dan religius. Diperlukan ketelatenan agar bisa menenun kain ulos, sebab harus menyatukan beberapa benang supaya bisa menjadi sebuah kain, sehingga dapat berfungsi untuk melindungi tubuh.

Ulos Simbol Adat

Di kutip dari Muhammad Takari (2009:12), ulos yang memiliki nilai budaya tertinggi adalah ulos ni tondi (ulor roh), biasanya diberikan orang tua kepada anak perempuan, pada saat menunggu anak bayinya yang pertama dan orang tua datang mengupa (memberkati) nya.
ADVERTISEMENT
Dari kutipan tersebut kita bisa melihat, bahwa kain ulos bukanlah kain sembarangan, lantaran juga merupakan simbol budaya yang mengandung nilai tinggi di kehidupan sehari – hari. Ulos juga bisa dikatakan bagian penting bagi suku Batak dalam mengekspresikan identitas mereka di mata warga negara Indonesia bahkan dunia.
Pada zaman dahulu, ulos punya fungsi sebagai alat pelindung tubuh dari dinginnya suhu udara di luar. Seiring berjalannya waktu, ulos memiliki fungsi selain sebagai alat perlindungan tubuh, yakni sebagai simbol atau ciri khas orang Batak dalam kehidupannya yang telah melekat dan tidak bisa terpisahkan.
Ulos juga dilambangkan sebagai alat menunjukkan nilai agama mereka. Pada mulannya, mereka menganut kepercayaan nenek moyang (animisme dan dinamisme), di mana mereka menyembah roh nenek moyang dan ulos saat itu dijadikan sebagai benda yang meunjang peribadahan.
ADVERTISEMENT

Perkembangan Ulos Ranah Kepercayaan

Tidak lama kemudian agama samawiyah menyebar di daerah ini, yaitu Islam dan Kristen. Walaupun sebagian besar masyarakat pindah ke agama yang baru, mereka tetap meneruskan ulos sebagai identitas dan tetap memfungsikan ulos dalam aktifitas beribdah.
Contoh: bagi umat Kristen yang beribadah di gereja, mereka tetap mengenakan ulos. Sedangkan umat Islam, mereka menggunakan ulos saat melaksanakan kebiasaan adat seperti pernikahan dan khitanan.
Kain ulos kini bertransformasi sebagai bahan fashion yang trendi. Tidak melulu soal baju saja, bahkan sudah ada yang mengubah kain ulos ke produk baru, seperti tas dan sandal ulos. Selain itu, kini penikmat produk ulos bukan hanya dari pulau Sumatra Utara, namun menyebar ke beberapa daerah di Indonesia lainnya termasuk masyarakat yang mendiami pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
Bagaimana sudah punya ulos belum? (KPS)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white