Konten dari Pengguna

Pengertian dan Urutan Tashrif Istilahi dalam Ilmu Shorof Bahasa Arab

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi belajar tashrif istilahi. Foto: unsplash.com/masjidmpd
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar tashrif istilahi. Foto: unsplash.com/masjidmpd

Ketika belajar bahasa Arab, shorof merupakan salah satu ilmu yang yang perlu dikuasai. Salah satu cabang ilmu shorof yang dipelajari adalah tashrif istilahi.

Pengertian Tashrif Istilahi

Secara umum, pengertian dari tashrif atau tasrif dikenal sebagai perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab. Sementara tafsir istilahi, diartikan sebagai perubahan kata yang terjadi karena pengalihan waktu kejadian. Misalnya mengubah kata hingga kalimat tanya menjadi satu kalimat pasif atau perintah dan bentuk-bentuk lainnya.

Dalam tashrif istilahi, terdapat ketentuan umum yang mencakup cara penulisannya sehingga tidak terjadi kesalahan, di antaranya:

1. Mengubah Bentuk Kata

Menggunakan tashrif jenis istilahi berarti mengubah bentuk dan arti kata. Sehingga penggunaannya tidak bisa digunakan secara sembarangan, apalagi dalam kalimat yang tidak beraturan. Maka dari itu memperhatikan jenis dan tatanan kalimat menjadi hal penting.

2. Berlaku untuk Semua Jenis Kalimat

Ketentuan ini masih diperselisihkan para ahli. Pasalnya perubahan kata istilahi bisa digunakan di segala bentuk dan jenis kalimat. Yang terpenting yakni mengetahui apa saja ketentuan dan cara pemakaiannya.

3. Perubahan Kata Harus Dihafalkan

Mengetahui dan memahami kaidah istilahi merupakan suatu keharusan. Namun yang tidak kalah penting adalah menghafalkan perubahan kata tertentu, karena tidak ada aturan baku dalam mengubah bentuk kata. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang mempelajarinya.

4. Dapat Memengaruhi Subjek dan Objek Kalimat

Dalam aturan tashrif istilahi, orang yang belajar hanya perlu memperhatikan subjek atau objek kalimat, sehingga fokus tidak akan mudah terbagi. Tatanan kalimat pun bisa lebih diperjelas dan juga dikembangkan menjadi satu paragraf utuh.

Ilustrasi buku kitab tashrif istilahi. Foto: unsplash.com/aaronburden

Urutan Tashrif Istilahi

Dalam mempelajari tafshrif istilahi, seseorang perlu mengetahui urutannya. Sebagaiman yang dikutip dari buku Bahasa Arab untuk Semua karya Muhammad Zulifan (2018:6-8).

1. Fi’il Madhi

Fi’il madhi merupakan kata kerja bentuk lampau atau dalam bahasa Inggris disebut juga past tense. Secara umum berarti telah melakukan sebuah pekerjaan.

2. Fi’il Mudhori

Fi’il mudhori menunjukkan kata kerja bentuk sekarang dan yang akan datang atau dalam bahasa Inggris disebut present-future tense. Secara umum artinya adalah sedang atau akan melakukan sesuatu.

3. Fi'il Amr

Menunjukkan kata kerja perintah, yakni adanya permintaan dari pembicara.

4. Isim Masdar dan masdar mim

Masdar merupakan kata kerja yang dibendakan, seperti kata tulis menjadi tulisan, membaca menjadi bacaan, Iihat menjadi penglihatan, memukul menjadi pukulan. Sedang masdar mim adalah masdar yang didahului dengan huruf mim. Adapun banyaknya masdar tiap kata minimal dua dan bisa sampai lima kata (misal wazan istaf'ala). Secara umum dimaknai dalam bahasa Indonesia dengan rumus pe-an atau ke-an.

5. Isim Fa’il - subjek

Fail artinya pelaku atau subjek. Faa’iIun artinya yang melakukan pekerjaan. Misal kata naashirun artinya penolong.

6. Isim Maf'ul - objek

Arti maf'ul adalah yang dikenai perkerjaan. Seperti kata maktubun atinya yang ditulis.

7. Isim Zaman dan Isim Makan

Kedua wazan ini memiliki pola yang sama sehingga sering digabung. Keduanya bermakna waktu dan tempat terjadinya perbuatan. Misal kata madhrabun bermakna waktu dan tempat terjadinya pemukulan.

8. Isim Alat-alat atau sarana

Isim alat bermakna alat untuk melakukan pekerjaan. Contoh mifahun yang artinya untuk membuka.

Itulah penjelasan tenang pengertian dan urutan tashrif istilahi. Semoga dengan mengetahuinya, dapat memudahkan Anda dalam mempelajari salah satu cabang ilmu shorof ini. (MZM)