News
·
23 September 2020 14:46

Prabowo dan Pernyataan Kontroversialnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Prabowo, pastinya sudah dikenal banyak orang. Saat mendengar namanya, tentu ada banyak hal yang terpikirkan di kepala berupa kontroversi dan prestasinya. Namun, adakah yang tahu bahwa dalam karirnya sebelum menjadi Menteri Pertahanan, mantan Letnal Jenderal TNI ini pernah menggandeng Hatta Rajasa untuk maju sebagai calon Presiden Indonesia ke tujuh dalam pemilihan umum?
ADVERTISEMENT
Kendatipun kegagalan masih berada di pihaknya kala itu, Ia tak putus asa. Dirinya menggandeng Sandiaga Uno untuk maju pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Banyak kontroversi menarik terkait masa kampanyenya saat itu. Ada yang masih ingat?

Prabowo dan Pernyataan Kontroversialnya Sebelum Jadi Mentan

Prabowo dan Pernyataan Kontroversialnya (99952)
Potret Prabowo Subianto. Dok: Kumparan
  1. Indonesia Bubar 2030
    Politikus ini memprediksi Indonesia akan bubar di tahun 2030 mendatang. Rupanya beliau mengakui bahwa prediksinya itu didapatkan dari novel fiksi karya ahli intelegen strategis, P.W. Singer dan August Cole, berjudul ‘Ghost Fleet’.
  1. Tampang Boyolali
    Awalnya, mantan menantu Presiden Soeharto ini hanya ingin memberi contoh ketimpangan sosial antara pedesaan dan perkotaan saat menjadi pembicara. Ia mencontohkan bahwa selama ini stigma orang terhadap tampang Boyolali itu miskin alias bukan tampang orang kaya. Peserta acara yang hadir tampak tertawa mendengar pernyataan tersebut, namun karena ada yang merekam dan video tersebut viral, pendiri partai Gerindra inipun dipolisikan oleh seorang warga Boyolali.
  2. Menganjurkan Terima Sembako dan Uang Suap
    Melalui Facebook yang diunggah Prabowo menjelang Pilkada 2018, ia menganjurkan rakyat untuk menerima suap, namun tetap tidak terpengaruh dalam memilih kandidat. Anjuran tersebut menerima kritik, namun dirinya beralasan bahwa uang tersebut adalah hak rakyat.
ADVERTISEMENT
  1. Negara Bisa Punah
    Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di SICC kepada belasan ribu kader dan simpatisan Partai Gerindra. Dirinya merasakan bahwa rakyat sangat menginginkan perubahan. Atas dasar itu, Prabowo pun mengungkapkan bahwa dirinya dan Sandiaga Uno tidak boleh kalah dalam Pilpres 2019 agar Indonesia tidak punah. (AA)