Food & Travel
·
19 Februari 2021 8:48

Tempat Wisata di Cirebon yang Bernuansa Religi

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Tempat Wisata di Cirebon yang Bernuansa Religi (10821)
Ilustrasi Tempat Wisata Religi di Cirebon. Sumber: Unsplash.com
Kalau mendengar kata Cirebon, apa yang terlintas di pikiran Anda? Kota Udang? Tidak salah, namun kota campuran budaya Sunda dan Jawa ini juga memiliki beragam aspek lain yang patut untuk di eksplorasi, misalnya pariwisata. Bukan sembarang tempat wisata, Cirebon terkenal memiliki beragam objek wisata religi yang tak pernah sepi. Tidak aneh memang, karena kota ini merupakan pusat awal mula perkembangan Islam di Jawa Barat. Bahkan Cirebon sering disebut sebagai kotanya para wali, mengingat ada dua dari sembilan Walisongo yang berasal dari kota ini.
ADVERTISEMENT
Mau tahu wisata religi apa saja yang ada di Cirebon? Simak selengkapnya!

Pilihan Tempat Wisata di Cirebon Bernuansa Religi

Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan menjadi ikon wisata religi Cirebon yang dikenal banyak orang. Keraton ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), salah satu Walisongo, pada 1529.
Meski termasuk kesultanan Islam, Keraton Kasepuhan memiliki pengaruh Hindu dan Tiongkok dilihat dari bentuk bangunannya. Misalnya dari bentuk gapuranya yang yang berwarna bata menjulang, atau dari ornamennya yang menggunakan keramik dengan motif khas.
Keraton Kasepuhan biasanya dikunjungi oleh siswa yang melakukan studi tur. Adapun untuk tujuan religi, biasanya ramai ketika momen-momen besar, seperti puasa dan Idul Fitri.
Makam Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati terletak di Jalan Sunan Gunung Jati, sekitar enam kilometer dari pusat Kota Cirebon. Pengunjung makam ini berasal dari berbagai daerah, dan semakin ramai saat momen hari besar agama Islam.
ADVERTISEMENT
Ciri arsitektur bangun Makam Sunan Gunung Jati merupakan gabungan antara budaya Arab, Tiongkok, dan Jawa. Mengenai hal ini, banyak bangunan terkenal di Cirebon yang memiliki nuansa budaya yang beragam. Kota ini memang memiliki nenek moyang dengan rumpun etnis juga beragam, seperti Sunda, Jawa, Sumatera, Semenanjung, India, Parsi, Syam (Siria), Arab, dan Cina. (Wahidin, 2004).
Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid berarsitektur unik ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga, sebagai fasilitas penyebaran Islam. Masjid ini memiliki warna bangunan merah, dengan pintu pendek di bagian depan. Hal dimaksudkan agar orang yang masuk mau tidak mau harus membungkukkan badan sebagai tanda sopan santun.
Di dalam masjid ini juga terdapat sumber air yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan beragam penyakit.
ADVERTISEMENT
Keraton Kanoman
Keraton Kanoman didirikan pada 1588 oleh Sultan Kanoman 1. Sultan ini juga merupakan keturunan ke-7 dari Sunan Gunung Jati. Berlokasi di Jalan Pulasaren, Desa Pekalipan, keraton ini memiliki peninggalan benda-benda prasejarah (pusaka dan koleksi sultan, kereta kencana Paksi Liman, Jempana).
Sekaligus berkunjung kesini, Anda juga bisa melakukan wisata kuliner ke Pasar Kanoman yang lokasinya tidak jauh dari keraton. (AA)