5 Mitos Psikologi yang Sering Kita Dengar dalam Kehidupan Sehari-hari

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
14 November 2022 16:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi berteriak | Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berteriak | Pixabay
ADVERTISEMENT
Banyak anggapan di bidang psikologi dalam kehidupan sehari-hari yang dipercaya banyak orang hingga kini. Padahal sebenarnya anggapan itu sebenarnya tidaklah benar. Anggapan psikologi apa saja itu?
ADVERTISEMENT
Berikut lima mitos psikologi dalam kehidupan sehari-hari yang dipercaya banyak orang.

Berteriak Bisa Mengatasi Kemarahan

Berteriak sekencang mungkin bisa mengatasi kemarahan? Ternyata para ahli menyebut itu justru bisa membuat seseorang menjadi lebih marah dalam waktu lama. Alih-alih berteriak, sebaiknya tenangkan pikiran ataupun melakukan hobi seperti olahraga atau dalam bidang seni.

Orang Punya Kepribadian Berbeda Lebih Menarik

Dalam penelitian yang pernah dilakukan, rata-rata orang ternyata lebih tertarik dengan kepribadian yang mirip dengannya. Termasuk kesamaan sifat dan tingkah laku. Kesamaan kepribadian bisa mengeratkan hubungan pasangan.

Tersenyum Adalah Kunci Kebahagian

Orang yang paling sering tersenyum adalah mereka yang paling bahagia, benarkah? Tidak selamanya benar. Nyatanya banyak orang yang mencoba memaksakan tersenyum sekalipun tidak bahagia. Dan itu tidaklah baik.
ADVERTISEMENT

Pria dan Wanita Punya Kemampuan Komunikasi Berbeda

Jenis kelamin bukanlah parameter seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang lebih baik. Dari kacamata psikologi, faktor lingkungan serta lawan bicaralah yang membuat orang mahir berkomunikasi.
American Pyschological Association menyebut komunikasi seseorang banyak dipengaruhi gender di lingkungannya, bukan berdasarkan jenis kelamin.

Orang Kreatif Dominan Pakai Otak Kanan

Terakhir, soal otak kanan dan kiri. Banyak orang menyebut orang kreatif cenderung menggunakan otak kanannya ketika berpikir ketimbang otak kiri. Namun, dari hasil penelitian, otak kanan dan kiri manusia bisa digunakan secara bersamaan dan saling berhubungan ketika digunakan. (fre)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020