5 Pekerjaan yang Bakal Tetap Aman Meski Negara Kena Resesi

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
1 Agustus 2022 16:40
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pekerjaan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pekerjaan. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Hampir tidak ada pekerjaan yang aman, baik ketika ekonomi sedang kuat apalagi saat negara mengalami resesi. Namun, ada pekerjaan yang akan tetap dicari terlepas bagaimanapun kondisi ekonomi sebuah negara.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari Coursera, agar bisa bertahan di masa resesi, dibutuhkan kemampuan seperti: mudah beradaptasi, kreatif, bisa melakukan banyak hal, berpikir kritis, punya kepemimpinan, dapat berkolaborasi, komunikasinya bagus, mampu mengatur waktu, hingga teliti.
Kemampuan-kemampuan itu, bila dikombinasikan dengan pekerjaan yang dicari bahkan ketika sedang resesi, tentu bisa menjamin keamanan finansial sampai negara bisa keluar dari kondisi tersebut.
Meski sejatinya tetap tidak ada pekerjaan yang 100 persen tak memiliki risiko di masa resesi, berikut setidaknya lima profesi yang akan tetap banyak dicari terlepas bagaimanapun kondisi negaranya.

1. Tenaga medis

Pekerja membersihkan ranjang pasien di salah satu ruang isolasi di RS Jiwa Menur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/3/ Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja membersihkan ranjang pasien di salah satu ruang isolasi di RS Jiwa Menur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/3/ Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
Setiap negara pasti membutuhkan tenaga medis profesional. Tak peduli seburuk apa ekonomi sebuah negara, tenaga medis pasti akan dipertahankan. Bahkan, bisa dikatakan bahwa dunia saat ini masih kekurangan tenaga medis.
ADVERTISEMENT
Mengenai tenaga medis, tak melulu dokter. Ada juga perawat, asisten perawat bersertifikat, hingga yang berlatar belakang pendidikan non-medis pun ada, seperti bagian administrasi hingga petugas kebersihan.

2. Teknisi

Tenaga teknisi selalu dibutuhkan terlepas dari kondisi ekonomi sebuah negara. Sebab, tentu orang-orang butuh pekerja untuk memastikan lampu tetap menyala, air masih mengalir, dan internet bisa berfungsi.
Bayaran seorang teknisi beragam sesuai edukasi dan pelatihannya. Contoh-contoh teknisi seperti tukang listrik, teknisi internet, Insinyur air limbah, manajer utilitas, hingga pengontrol gas atau pipa.

3. Ojol atau kurir

Ilustrasi kurir. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kurir. Foto: Shutterstock.
Meski sudah ada sejak dulu, kurir semakin dibutuhkan seiring berkembangnya teknologi. Apalagi kini ojek online (ojol) juga merangkap sebagai kurir untuk mengantarkan pesanan dari belanja di e-commerce.
ADVERTISEMENT
Karena alasan itu, ojol atau kurir akan bertahan meski negara kena resesi. Pekerjaan tersebut mencakup ojol angkutan umum, pengantar makanan, pengantar barang, hingga kurir.

4. Petugas keamanan publik

Pekerjaan yang menjamin keamanan warga tentu juga akan tetap banyak diminati terlepas dari bagaimanapun kondisi ekonomi sebuah bangsa. Tak ayal bila pekerjaan tersebut memiliki seleksi yang ketat.
Petugas keamanan publik di antaranya penegak hukum, pemadam kebakaran, teknisi medis gawat darurat, petugas pemasyarakatan, satpam, petugas pemasyarakatan spesialis kesehatan dan keselamatan kerja.

5. Ahli hukum

Memang tidak semua pekerjaan yang berkaitan dengan hukum kebal resesi. Namun, tetap akan banyak dibutuhkan seperti untuk termasuk pendamping pidana, kebangkrutan, dan hukum perawatan kesehatan.
Bukan lulusan hukum tapi ingin kerja di bidang hukum? Pekerjaan seperti paralegal, asisten hukum, sekretaris legal, pegawai pengadilan, reporter pengadilan, dan spesialis penemuan elektronik menjadi pekerjaan yang sering dicari. (bob)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020