Heboh Isu Pemanasan Global dan Sebut Harus Hapus Email, Benarkah?

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
17 April 2022 14:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pemanasan global. Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemanasan global. Sumber: Pixabay.com
ADVERTISEMENT
Belum lama ini jagat dunia maya dihebohkan dengan video para kreator mengajak penduduk dunia untuk menghapus email atau surel terkait pemanasan global atau global warming. Kampanye itupun tersebar di berbagai media sosial hingga banyak orang melakukannya.
ADVERTISEMENT
Nah, pertanyaanya, apakah dengan cara tersebut bisa mengurangi pemanasan global? Apalagi, para warganet baru-baru ini sangat gencar mengajak publik menghapus email-email yang tidak penting lantaran dianggap akan menyelamatkan bumi dari pemanasan global.
Nah, berikut fakta-faktanya tentang isu tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber.
Email memang meninggalkan jejak karbon
Tanpa disadari, beragam surel ternyata juga berdampak bagi kelestarian bumi kita. Disebutkan, setiap surel yang kita kirim akan disimpan di sebuah server.
Ilustrasi Mengenali Contoh Alamat Email Palsu. Sumber: Austin Distel/Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenali Contoh Alamat Email Palsu. Sumber: Austin Distel/Unsplash.com
Nah, dari situ, pusat penyimpanan tersebut akan mengonsumsi jumlah listrik yang cukup banyak setiap harinya.
Apalagi, listrik yang sebagian besar masih dihasilkan oleh bahan bakar fosil disebut juga akan menghasilkan emisi karbon global (CO2e). Dengan kata lain, pengiriman dan penyimpanan surel menyebabkan gas rumah kaca.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, Greenpeace pada 2012 juga sempat memperkirakan konsumsi daya pusat data disebut sekitar 382 miliar kWh. Dan, peningkatan itu terus terjadi setiap tahunnya terutama di Inggris Raya.
Surel disebut menyebabkan emisi karbon bumi CO2
McAfee, sebuah perusahaan perangkat lunak antivirus memperkirakan sekitar 62 triliun surel spam terkirim di seluruh dunia pada 2008 lalu. Tak ayal, jumlah itu disebut akan terus meningkat setiap tahunnya.
Ilustrasi Tutorial Cara Membuat Alamat Email di Gmail. Sumber: unsplash.com/Solen Feyissa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tutorial Cara Membuat Alamat Email di Gmail. Sumber: unsplash.com/Solen Feyissa
Tidak hanya itu, perusahaan ini juga memperkirakan rata-rata surel spam bisa menyebabkan setara 0,3 gram kabon dioksida atau CO2 per pesan. Dengan kata lain, hal ini dianggap menjadi satu dari sekian penyebab pemanasan global.
Surel spam bisa mencapai 33 miliar kWh per tahun
Dari penelitian yang dilakukan dan perkiraan, penggunaan energi surel spam tahunan disebut bisa mencapai 33 miliar kWh atau setara dengan listrik yang digunakan 2,4 juta rumah.
Ilustrasi Tutorial Cara Membuat Alamat Email di Gmail. Sumber: unsplash.com/Krsto Jevtic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tutorial Cara Membuat Alamat Email di Gmail. Sumber: unsplash.com/Krsto Jevtic
Hal ini juga disebut hampir menyamai emisi gas rumah kaca yang digunakan pemilik mobil saat memakai 2 miliar galon bensin per tahunnya hingga menyebabkan pemanasan global.
ADVERTISEMENT
Penggunakan atau pengiriman dan penyimpanan surel yang tak penting dianggap sedikit berpengaruh dengan pemanasan global karena akan menambah konsumsi listrik.
Kendati demikian, menghapus surel yang tidak penting dianggap tak cukup untuk mengurangi pemanasan global. Namun, berbagai penelitian yang dilakukan dari sejumlah perusahaan dan organisasi besar di dunia menyebut pengiriman dan penyimpanan surel disebut merupakan salah satu penyebab pemanasan global. (fre)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020