Kisah Jurnalis TV Dituding Sewa Pembunuh Bayaran demi Naikkan Rating Acara

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
27 Agustus 2021 15:11
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kisah Jurnalis TV Dituding Sewa Pembunuh Bayaran demi Naikkan Rating Acara (91180)
zoom-in-whitePerbesar
Wallace Souza dituduh terlibat dalam pembunuhan yang dicurigai demi menaikkan rating acara televisi yang diasuhnya. Foto: Istimewa
Seorang jurnalis dituntut bekerja maksimal dalam mencari dan mendalami berita, termasuk berita kriminal. Namun apa jadinya, jika seorang jurnalis menyewa pembunuh bayaran demi menaikkan rating acara televisi?.
ADVERTISEMENT
Itu yang dilakukan Wallace Souza, jurnalis sekaligus presenter acara Canal Livre di Brasil. Souza merupakan pengasuh program yang mengulas berita-berita kriminal tersebut, sebagaimana laporan The Daily Beast.
Souza yang kemudian menjadi anggota legislatif di Brasil itu diketahui menyewa pembunuh bayaran untuk menaikkan rating Canal Livre yang diasuhnya.
Souza yang dituduh sebagai gembong narkoba menyewa beberapa pembunuh bayaran untuk menyikat habis musuh-musuhnya dari geng lain. Setelah membunuh, Souza bersama timnya, termasuk juru kamera meluncur ke lokasi kejadian untuk meliput.
Souza dan timnya menjadi yang pertama tiba di TKP bahkan ketimbang kepolisian. Justru 'kecepatan' Souza mengetahui kejadian, dan yang pertama tiba di TKP ini mulai dicurigai petugas.
Kisah Jurnalis TV Dituding Sewa Pembunuh Bayaran demi Naikkan Rating Acara (91181)
zoom-in-whitePerbesar
Wallace Souza dituduh terlibat dalam pembunuhan yang dicurigai demi menaikkan rating acara televisi yang diasuhnya. Foto: Istimewa
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan jejak keterlibatan Souza dalam pembunuhan yang berujung pada peliputan tersebut.
ADVERTISEMENT
Salah satu pembunuh bayaran yang disewa Souza adalah mantan perwira polisi, Moacir Jorge da Costa. Dia mengakui mengaku telah melakukan salah satu pembunuhan yang diperintahkan Souza.
Polisi tetap melakukan penyelidikan, di mana mereka menangkap putra Souza, Raphael dengan tuduhan pembunuhan, perdagangan, narkoba, dan kepemilikan senjata ilegal.
Polisi yang menggeledah rumah Souza juga menemukan beberapa bukti, di antaranya senjata, amunisi, uang tunai, dan sejumlah transaksi yang dicurigai terkait pembunuh bayaran. Namun, Souza dan tim hukumnya menyangkal keterlibatan Souza dengan sejumlah pembunuhan tersebut.
Souza sendiri menghadapi tuduhan serangkaian tindak kriminal, korupsi, penjualan narkoba, dan kepemilikan senjata secara ilegal. Namun, ia masih bebas karena imunitasnya sebagai anggota legislatif.
Jaksa Agung Negara Bagian Amazonas Otavio Gomes kepada Agencia Folha mengatakan geng Souza terlibat enam aksi pembunuhan. Di sisi lain, jaksa justru menyebut Souza tidak bisa dijerat dakwaan pembunuhan karena minimnya bukti.
ADVERTISEMENT
Kejadian yang dilakukan Souza ini kemudian diangkat ke sebuah film berjudul Killer Ratings. Kisah Souza pun menjadi perhatian publik setelah diposting oleh akun @matakelana di Instagram. Beberapa warganet tercengang dengan dilakukan Souza.
"Buset setan aja kaga kepikiran yang kaya gini," celetuk @akmalhsa.
"Dia bunuh ayam apa bebek?" tambah @imantiyarto.
"Ini yang dinamakan joker profesional," timpal @eka.darmahs. (ace)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020