kumparan
search-gray
News2 Juni 2020 14:18

Kisah Perjuangan Kakek di Yogyakarta Tempuh Jarak 33 Km Jualan Balon

Konten kiriman user
Kisah Perjuangan Kakek di Yogyakarta Tempuh Jarak 33 Km Jualan Balon (20395)
Kakek penjual balon di Yogyakarta. Foto: tangkapan layar Instagram @dunia_kaumhawa
Usia senja tak menghalangi semangat seorang kakek di Yogyakarta satu ini. Meski tubuhnya tak sekuat dulu, namun semangatnya dalam mencari rezeki tak kalah dengan orang-orang yang usianya jauh lebih muda. Belum lagi keterbatasan fisik yang juga dimiliki kakek penjual balon ini.
ADVERTISEMENT
Tinggal sebatang kara membuatnya tetap bekerja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia memilih mencari rezeki dengan jalan berjualan balon keliling. Namun, yang membuat perjuangannya luar biasa yaitu perjalanan yang ditempuh menuju tempat ia biasa berjualan.
Kakek yang belum diketahui namanya itu tinggal di daerah Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Namun, ia biasa berjualan di sekitar RSKIA Muhammadiyah Kotagede. Padahal jarak dari tempat tinggal ke lokasi ia biasa berjualan sekitar 33 kilometer.
Kisah Perjuangan Kakek di Yogyakarta Tempuh Jarak 33 Km Jualan Balon (20396)
Kakek penjual balon di Yogyakarta. Foto: tangkapan layar Instagram @dunia_kaumhawa
"Beliau jualan balon di depan RSKIA Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta. Rumahnya di Wonosari. Kini beliau Hidup sebatang kara. Jarak Wonosari-Kotagede itu 33 kilometer," tulis keterangan dalam unggahan Instagram @dunia_kaumhawa.
Tak hanya itu, kakek tersebut juga memiliki keterbatasan fisik dengan tangan kirinya. Dalam video viral yang turut diunggah di akun Instagram tersebut pada Minggu (31/5), terlihat sang kakek hanya bisa menggunakan tangan kanannya dan dibantu mulut untuk beraktivitas, termasuk saat melayani pembeli.
ADVERTISEMENT
"Bapak penjual balon ini tampak sudah tua dan diuji dengan keterbatasan fisik (tangannya), namun tetap semangat menjemput rezeki," lanjutnya.
Diketahui, harga dagangan kakek tersebut Rp 5 ribu per balon. Terkait hal itu, dalam unggahan tersebut turut mengajak orang-orang yang lokasinya tidak jauh dari tempat sang kakek berjualan agar turut melarisi dagangannya.
Banyak warganet yang mengaku salut dengan perjuangan kakek tersebut. Ada yang mengungkapkan ia telah berjualan balon selama bertahun-tahun. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa sebelumnya sang kakek sudah diberikan donasi dengan dibuatkan warung. Hanya saja warung tersebut kini telah dikelola orang lain.
"Bapak ini udah pernah dapet donasi, diberi warung kelontong lengkap dengan isinya. Terakhir ngecek, warungnya udah dikelola orang lain. Entah dipindahtangankan atau gimana," tutur salah satu warganet. (zhd)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white