kumparan
News23 Mei 2020 12:57

Klarifikasi Petugas Soal Rumah Bermobil di Pati yang Ditempel Stiker Miskin

Konten kiriman user
7acbba10-62af-44ff-9c9e-aead11c2c8bf.jpg
Pemilik rumah mewah yang ditempel stiker 'miskin' akhirnya mengundurkan diri dari anggota penerima PKH dan BPNT. (Foto: Facebook/Tangkapan Layar Nipon NiponAdmin)
Baru-baru ini video salah satu rumah warga di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang ditempel stiker 'miskin' jadi perbincangan di media sosial. Pasalnya, rumah tersebut berlantai keramik, tembok, hingga bermobil.
ADVERTISEMENT
Tak ayal video itu pun mendadak ramai hingga akhirnya viral di media sosial. Terkait hal itu, petugas akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi. Hal itu terlihat dari salah satu video yang diunggah oleh akun Facebook Nipon NiponAdmin, Jumat (22/5).
Dalam video terlihat petugas kecamatan setempat didampingi personel TNI mendatangi rumah tersebut. Ia menjelaskan bahwa sang penerima program bantuan sosial itu bernama Kasmini. Ia tinggal di rumah sang anak sehingga rumah anaknya tersebutlah yang kemudian ditempel stiker miskin.
"Yang terdapat stiker tempelan ini memang bukan rumah Ibu Kasmini, namun rumah milik anaknya," ungkap petugas yang mengaku dari Kecamatan Margoyoso.
0d529ad1-c09b-469c-b32e-c3178a6b3723.jpg
Pemilik rumah mewah yang ditempel stiker 'miskin' akhirnya mengundurkan diri dari anggota penerima PKH dan BPNT. (Foto: Facebook/Tangkapan Layar Nipon NiponAdmin)
Tak hanya itu, petugas juga mengungkapkan bahwa Kasmini telah mengajukan pengunduran diri dari daftar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
ADVERTISEMENT
"Ibu Kasmini warga RT 1 RW 1 Desa Bulumanis Kidul memang mendapat bantuan dana PKH dan BPNT. Namun, pada saat ini Ibu Kasmini mengundurkan diri dari keanggotaan PKH dan BPNT," lanjutnya.
Lebih lanjut, sang pemilik rumah, dalam hal ini adalah anak Kasmini, dan personel TNI akhirnya mencopot stiker 'miskin' yang sebelumnya ditempel. Hal itu menandakan bahwa Kasmini tidak lagi tercatat sebagai penerima dana bantuan PKH dan BPNT.
Seluruh anak-anak Kasmini juga disebut telah menyetujui hal itu. Kemudian, mereka diharuskan menanggung dan menjamin kehidupan Kasmini setelah tidak lagi menjadi penerima dana bantuan sosial dari pemerintah.
Kendati demikian, banyak warganet yang menyesalkan mengapa sang anak membiarkan ibunya terdaftar di program bansos dari pemerintah. Padahal sang anak bisa terbilang cukup berada dengan rumah bagus bahkan memiliki mobil.
ADVERTISEMENT
"Orang tua sudah menua dan anaknya berkecukupan. Harusnya anaknya yang ngurus orang tuanya lah. Anaknya kaya masa orang tua miskin. Sungguh terlalu," tulis @alin_imoey.
"Lah, rumah anaknya mewah dan ada mobil kok diam-diam aja orang tuanya dapat PKH plus label kurang mampu," lanjut @n.miliana93.
"Oh... tunggu viral dulu ya? Emang RT-nya enggak tahu kondisi masyarakatnya ya? Parah sih ini," timpal @getmarbun1. (fre)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan