Mengapa Golongan Darah Tidak Disebut A B C, Melainkan A B O dan AB?

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
5 Agustus 2022 14:53
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi golongan darah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi golongan darah. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Setiap manusia memiliki golongan darah berbeda-beda. Mulai dari A B, O, hingga AB. Keempat golongan darah ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun, di balik hal tersebut, bagaimana sih penemuan golongan darah hingga tidak disebut dengan ABC?
ADVERTISEMENT
Lalu, mengapa golongan darah harus dilafalkan dengan A, B, O hingga AB. Nah, hal tersebut tentu masih menjadi pertanyaan besar. Untuk itu, berikut fakta-faktanya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Golongan Darah Ditemukan Karl Landsteiner
Golongan darah pertama kali ditemukan oleh pria asal Austria bernama Karl Landsteiner. Ia merupakan seorang dokter ahli dalam dua bidang yakni biologi dan imunologi. Karl diketahui lahir di Wina, Austria, pada 14 Juni 1868 silam.
Ilustrasi tes darah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes darah. Foto: Shutterstock
Pria lulusan Universitas Wina ini menemukan golongan darah manusia pada 1901. Kala itu, Karl yang merupakan ahli biologi dan minologi meneliti darah hingga menemukan pertama kali 3 jenis golongan darah yakni A, B, dan O.
Awalnya, penelitian tersebut pertama kali dilakukan pada 1900 dan berhasil menemukan setahun kemudian. Karl lantas menemukan penggumpalan darah dari pola makan dan pencampuran darah dari dua orang.
ADVERTISEMENT
Golongan Darah Awalnya Dibedan dengan A, B, C
Anggapan banyak orang mengapa golongan darah tidak dinamai dengan A, B, C ternyata pernah terjadi sebelum A, B, O. dan AB. Bahkan, hal itu dilakukan sang penemu golongan darah yang awalnya membedakan dengan tiga huruf tersebut.
Ilustrasi cek darah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cek darah. Foto: Pixabay
Hingga kemudian, Karl mengubah penamaan golongan darah dari C ke O pada 1910. Pasalnya, ketiga golongan darah tersebut memiliki reaksi antigen hingga antibodi. Disebutkan juga, golongan darah A dan O akan menggumpal jika digabung dengan golongan darah B.
Di samping itu, golongan darah O juga disebut tidak memiliki antigen A dan B. Tak ayal, sejak tahun 1910, golongan darah A, B, C berubah menjadi A, B, dan O.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, AB yang ditemukan dianggap sebagai golongan darah yang tidak memiliki tipe khusus. Namun, bedanya, golongan darah satu ini terkhusus AB positif bisa menerima donor dari semua golongan darah, baik A, B, hingga O ataupun AB. (fre)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020