Pemandangan Pilu, Para Gurita Jadikan Botol Sampah Sebagai Rumah

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
18 Maret 2022 9:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gurita menjadi sampah botol sebagai rumah. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gurita menjadi sampah botol sebagai rumah. Foto: istimewa
ADVERTISEMENT
Belakangan viral foto-foto gurita yang menjadikan sampah, salah satunya botol kaca, sebagai tempat berlindung atau rumah mereka di dalam laut. Hal ini memperlihatkan bahwa sampah manusia yang mencemari lautan sudah amat parah.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Science Alert, ilmuwan mencatat ada 24 spesies cephalopoda yang menjadikan sampah laut sebagai rumah mereka. Selama bertahun-tahun, penyelam dan ilmuwan telah mengamati gurita bertelur di plastik atau alat tangkap yang ditinggalkan di laut.
Beberapa makhluk ini bahkan ditemukan menggunakan botol kaca, pot keramik, pipa logam, kaleng berkarat, atau gelas plastik sebagai atap untuk melindungi tubuh mereka.
Para peneliti mencatat sejumlah daerah di mana turis mengumpulkan terlalu banyak kerang laut. Cephalopoda dari berbagai usia telah dipaksa untuk beradaptasi atau binasa.
Sampah laut jadi alternatif mereka untuk alat perlindungan, tetapi ini sebenarnya kondisi yang memprihatinkan. Para peneliti khawatir mengenai yang akan terjadi jika makhluk ini menjadi terlalu bergantung pada sampah manusia untuk berlindung.
ADVERTISEMENT
Kumpulan ahli biologi kelautan dari Federal University of Rio Grande di Brasil mengungkapkan beberapa sampah, misalnya, dapat membuat gurita terpapar bahan kimia beracun atau logam berat.
Salah satu foto yang dikumpulkan menunjukkan gurita menempel pada baterai yang sangat rusak. Tentu saja sampah ini masuk kategori yang sangat mencemari. Tak hanya gurita, makhluk laut lainnya juga bisa terluka oleh sampah yang tajam.
Secara keseluruhan, penulis studi mengumpulkan 261 gambar bawah air dan video gurita yang berinteraksi dengan limbah laut. Sebagian besar foto dan video dikumpulkan di media sosial dengan izin dari penulis aslinya, tetapi beberapa juga disumbangkan oleh ilmuwan dan lembaga penelitian kelautan.
Para peneliti menemukan catatan interaksi gurita dengan sampah laut telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan sebagian besar catatan terjadi antara 2018 hingga 2021. Ini juga bisa menjadi tanda bahwa masalah sampah laut semakin parah.
ADVERTISEMENT
Para penulis awalnya menduga plastik menjadi sampah yang paling umum digunakan gurita. Padahal, pada kenyataannya, lebih dari 40 persen interaksi gurita adalah dengan botol kaca, dan ini sebagian besar digunakan untuk tempat berteduh.
Kaca jauh lebih sulit pecah, tetapi juga lebih mudah tenggelam, yang bisa membuatnya lebih menarik bagi makhluk dasar laut. Selain itu, kaca juga mempersulit predator lapar untuk masuk dan memangsa.
Dari gambar-gambar yang didapat, para peneliti juga menyimpulkan cangkang kerang menjadi sangat langka dan sampah manusia mendominasi sehingga gurita menggunakannya. (ace)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020