kumparan
search-gray
News12 Juli 2020 15:24

Polisi Hentikan Mobil Ngebut Ugal-ugalan, Alasan Pengemudi Bikin Ngeri

Konten kiriman user
Polisi Hentikan Mobil Ngebut Ugal-ugalan, Alasan Pengemudi Bikin Ngeri (314314)
Lokasi terkini tempat kecelakaan metro mini di Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Raga Imam/kumparan
Pengejaran dilakukan polisi terhadap mobil yang ngebut ugal-ugalan di sebuah jalan Queensland, Australia. Mobil tersebut pun akhirnya tertangkap, tapi kemudian sang pengemudi membeberkan sebab yang bikin ngeri.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Australian Broadcasting Corporation (ABC), pada Minggu Rabu (7/72020), Jimmy, 27, memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bagai kesetanan, mobil tersebut melaju hingga kecepatan 123 km/jam.
Melihatnya, polisi pun langsung bergegas menghampiri mobil yang ngebut tersebut. Tak lama, sang pengemudi yang kebut-kebutan itu menghentikan mobilnya. Polisi pun langsung menghampiri sang pengemudi.
Namun, saat melakukan interogasi, polisi mendapatkan alasan yang tak disangka-sangka sekaligus bikin ngeri. Jimmy mengaku mengebut lantaran ia berusaha menyelamatkan nyawanya dari gigitan ular.
Polisi Hentikan Mobil Ngebut Ugal-ugalan, Alasan Pengemudi Bikin Ngeri (314315)
Ular kobra. Foto: Pexels
Adapun kala mengemudikan mobilnya, pengendara tersebut sempat pula bertarung dengan ular. Ia berusaha keras agar tak tergigit hewan melata berjenis Brown Snake tersebut, bahkan sampai harus mengeluarkan pisau.
"Saya berkendara sampai 100 km per jam dan saya mulai mengerem. Dan semakin saya menggerakkan kaki saya, itu (ular) semakin meliliti saya. Kepalanya mulai menyerang ke kursi di tengah-tengah kaki," ujar Jimmy kepada Polisi.
ADVERTISEMENT
Jimmy yang merasa panik pun akhirnya mengebut menuju ke rumah sakit. Namun, kala diberhentikan polisi, ia akhirnya bisa lebih tenang. Paramedis pun datang untuk memberikan pertolongan kepadanya.
Setelah diperiksa, Jimmy ternyata tidak mengalami gigitan apapun. Hanya saja, tim medis mengungkap pria tersebut mengalami syok berat akibat peristiwa itu. “Saya sangat takut," ungkap Jimmy. “Saya tak pernah sesenang ini melihat lampu merah dan biru (dari polisi)." kata Jimmy.
Ahli dari Universitas Queensland, Bryan Fry, menyebut sudah benar Jimmy merasa ketakutan. Pasalnya, ular berjenis Brown Snake dikenal memiliki racun yang mematikan, bahkan bisa membunuh dalam waktu 15 menit.
"Pasien terlihat baik-baik saja dan kemudian tiba-tiba tumbang dan meninggal karena racun bekerja dengan cepat," tutur Bryan.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Bryan menyebut seharusnya pasien bertindak tetap tenang dan memanggil bantuan, tidak terus berlarian karena panik. (bob)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white