Viral Guru Honorer Nangis Terisak-isak dan Peluk Nadiem Makarim: Tolong Kami

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
13 Oktober 2021 14:28
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Viral Guru Honorer Nangis Terisak-isak dan Peluk Nadiem Makarim: Tolong Kami (85467)
zoom-in-whitePerbesar
Viral guru honorer menangis terisak-isak di depan Nadiem Makarim. (Foto: TikTok/@@indonesia_maju01_)
ADVERTISEMENT
Tak bisa dimungkiri, kesejahteraan guru honorer di Tanah Air saat ini sangatlah memprihatinkan. Pasalnya, gaji honorer Rp100 ribu hingga Rp500 ribu sebulan dianggap merupakan upah yang tidak manusiawi sebagai seorang pengajar generasi penerus bangsa.
ADVERTISEMENT
Hal inilah yang diutarakan oleh seorang guru honorer kepada Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Di video yang diunggah di akun TikTOk @indonesia_maju01_, guru tersebut tampak menangis terisak-isak saat Nadiem melakukan kunjungan ke sebuah sekolah.
Terlihat jelas, guru honorer itu tampak tidak bisa menahan air mata saat melihat Mendikbud yang sering dipanggil mas menteri tersebut datang ke sekolahnya. Bahkan, ia sampai memeluk mantan Direktur Utama Gojek tersebut.
"Guru honorer menangis saat mengajar di hadapan Nadiem Makarim, curhat honor Rp100 ribu per bulan," bunyi tulisan di video yang diunggah pada Senin, (11/10/2021).
Sambil menangis, guru honorer yang memakai jilbab oranye itu curhat ke mas menteri perihal gajinya yang tidak manusiawi. Di video itu, sang guru menyebut bahwa dirinya dan rekannya hanya diberi upah Rp100 sebulan.
Viral Guru Honorer Nangis Terisak-isak dan Peluk Nadiem Makarim: Tolong Kami (85468)
zoom-in-whitePerbesar
Viral guru honorer menangis terisak-isak di depan Nadiem Makarim. (Foto: TikTok/@@indonesia_maju01_)
Guru yang diketahui mengajar di sebuah sekolah di Sulawesi Tengah tersebut mengaku tidak tersentuh bantuan dari Kemendikbudristek terkait gaji honorer. Hal itulah yang membuat dirinya menangis dan meminta tolong agar mas menteri memerhatikan mereka.
ADVERTISEMENT
"Kami hanya berlima. Kami tidak tersentuh. Jadi, kami minta tolong mas menteri. Kami hanya berlima mas menteri," ucap guru honorer sambil menangis terisak-isak di depan Nadiem Makarim.
Begitulah curhatan guru honorer tersebut saat bertemu dengan Mendikbud. Mereka sontak menangis lantaran kesejahteraan guru berstatus honorer dianggap sangat memperihatinkan dan tidak manusiawi.
Hal itulah yang menyebabkan guru tersebut menangis agar Nadiem Makarim membantu kesejateraan mereka sebagai pengajar generasi penerus bangsa. Apalagi, kebanyakan upah guru honorer di Tanah Air saat ini dinilai tidak kunjung diperhatikan pemerintah.
Sementara itu, Nadiem menyebut akan berupaya membantu kesejahteraan guru honorer tersebut yang diduga merupakan pengajar di salah satu TK-Paud di Sulawesi Tengah.
Tak ayal, banyak warganet kemudian terkejut saat menyaksikan video itu. Bahkan, mereka juga terheran-heran karena tak menyangka seorang guru honorer ternyata bergaji Rp100 ribu sebulan. Padahal, sistem kerja mereka dianggap sama seperti guru PNS.
ADVERTISEMENT
Kini, sejak diunggah dan viral, video itu telah dilihat lebih dari 400 ribu kali dan disukai 28.300 pengguna TikTok. Beragam komentar haru juga dilontarkan publik mengenai nasib guru honorer TK-Paud di Sulawesi Tengah tersebut.
"Harusnya gaji DPR dikecilin karena makanin duit rakyat, ini dia jelas mengajar," tulis @pegee.
"Pernah di posisinya bahkan aku pernah digaji Rp85 ribu sebulan," sahut @gc_uc.
"Anggota DPR turunkan gajinya. Titik kecerdasan bangsa ada di tangan mereka para guru," timpal @Rya. (fre)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020