3 Penyakit yang Jadi Beban Pembiayaan Negara

Konten Media Partner
14 November 2022 11:44
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R, dalam forum Neuroscience20 (N20) ke-9 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11).
zoom-in-whitePerbesar
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R, dalam forum Neuroscience20 (N20) ke-9 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11).
ADVERTISEMENT
Masalah kesehatan yang berkaitan dengan otak seperti stroke, kelainan-kelainan neurologi, serta kesehatan mental menjadi masalah yang tidak mudah untuk negara. Ketiga penyakit tersebut sering bersifat kronis dan mengancam nyawa, beban negara untuk penanganan penyakit ini pun berat.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut seperti diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R, dalam forum Neuroscience20 (N20) ke-9 di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11).
"Karenanya, program pemerintah pun sekarang menempatkan penanganan penyakit otak dalam hal ini stroke ke dalam 9 penyakit prioritas yang ingin ditangani bersama," ujarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Keseriusannya ini, lanjut Prof Budi, ditunjukkan salah satunya di Surabaya, Jawa Timur, Kemenkes baru saja melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tower Rumah Sakit Katostropik atau penyakit yang membutuhkan perawatan lama dengan biaya tinggi, salah satunya stroke.
"Begitupun masalah kesehatan mental. Semakin kesini, angka bunuh diri makin tinggi. Juga depresi yang menyebabkan ketidakmampuan seorang untuk produktif. Jika tidak ditangani, ini juga bisa menjadi beban pemerintah ke depannya," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu Ketua N20 ke-9, Dr. dr. Asra Al Fauzi, SE, MM, Sp.BS (K), FICS, IFAANS menuturkan penyakit-penyakit tersebut kritis membutuhkan waktu lama dalam penanganan serta memakan biaya besar. Misalnya stroke yang selalu berakhir kepada kecacatan, kematian dengan biaya tinggi untuk operasi melakukan diagnostik dan lain-lain.
"Stroke adalah penyebab kematian nomor 1 di Indonesia selain kanker dan jantung. Stroke juga menyedot anggaran terbesar nomor 3 di Indonesia. Sehingga jadi beban bagi pemerintah," tukasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020