Agar Terhindar dari Penyakit Menular, Ini yang Perlu Disiapkan Sebelum Menikah

Konten Media Partner
28 September 2022 12:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay
ADVERTISEMENT
Menikah merupakan ibadah paling panjang yang dilalui oleh manusia. Untuk itu harus ada persiapan yang matang sebelum menempuh perjalanan panjang tersebut.
ADVERTISEMENT
Hal ini perlu dilakukan guna mencegah adanya perceraian hingga penyakit menular seksual. Lantas apa saja yang perlu disiapkan?
1. Pastikan Usia Sudah Mencukupi
Dr dr Ernawati SpOG (K) mengatakan, usia yang dianjurkan untuk menikah menurut peraturan yang ditetapkan oleh undang-undang ialah minimal 19 tahun.
Hal ini merujuk pada kesiapan fisik dan psikis mempelai yang akan melangsungkan pernikahan. “19, 20 tahun atau lebih usia yang cukup untuk menikah,” ujarnya, Rabu (28/9).
2. Screening HIV
Selain usia yang cukup, hal lain yang tak kalah penting adalah melakukan screening pranikah. Salah satunya yaitu screening HIV yang bertujuan untuk melindungi kedua mempelai.
Dr Ernawati , salah satu faktor risiko penularan HIV karena sering ganti pasangan, hubungan sesama jenis, transfusi darah, kemudian penggunaan obat menggunakan jarum suntik yang bergantian.
ADVERTISEMENT
“Jika diketahui ada salah satu pasangan yang menderita HIV maka ada pengobatan serta pencegahan untuk pasangan lainnya. Misal jika tidak ingin hamil bisa menggunakan kondom saat berhubungan, menggunakan kontrasepsi. Bahkan jika hamil ada pengobatan khusus yang dilakukan,” jelasnya.
Screening HIV saat hamil itu memang program pemerintah. Namun pada pranikah disarankan tidak diwajibkan,” imbuhnya.
Meski tidak melakukan screening HIV ketika pranikah, saat terjadi kehamilan ibu diwajibkan melakukan screening selain HIV seperti hepatitis, sifilis, dan infeksi saluran kemih (ISK).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Hal ini untuk mencegah maternal to child transmission. Karena transmisi dari ibu ke bayi itu paling tinggi dibanding dengan metode penularan yang lain,” tuturnya.
3. Screening Kesehatan
Selain screening HIV, screening kesehatan yang juga bisa dilakukan oleh masyarakat. Seperti screening penyakit bawaan, rhesus, dan bawaan genetik.
ADVERTISEMENT
“Adakah penyakit medis seperti diabetes, asma, hipertensi. Kemudian jika terkait dengan penyakit genetik misal thalasemia, rhesus harus di-screening untuk persiapan kehamilan nanti,” ucapnya.
Ia mencontohkan, misal ada pasangan akan menikah dengan riwayat kelainan jantung maka bisa dikonsultasikan terlebih dahulu apakah setelah menikah boleh hamil, lalu bagaimana proses yang harus dilalui untuk merencanakan kehamilan.
"Mengetahui status kesehatan calon pasangan itu penting,” tambah Ernawati.
4. Vaksin Sebelum Menikah
Vaksin yang disarankan untuk diberikan sebelum menikah antara lain hepatitis, HPV, dan TT.
Vaksin hepatitis bertujuan untuk melindungi ibu sebelum hamil hingga melahirkan nanti. Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mecegah infeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks.
Sedangkan vaksin TT atau tetanus toksoid berperan untuk melindungi ibu sebelum kehamilan atau saat melahirkan.
ADVERTISEMENT
“Hanya saja vaksin HPV ini tidak ditanggung oleh pemerintah. Jika hepatitis dan TT masih bisa ditemukan dengan mudah di puskesmas terdekat. Jadi kalua vaksin HPV harus beli sendiri,” tutupnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020