kumparan
KONTEN PUBLISHER

Ajari Anak Lebih Sabar lewat Metode Mekatronika Robotik

IMG-20200117-WA0020.jpg
Foto-foto : Masruroh/Basra
Rafi tampak serius merangkai stik es krim di tangannya. Stik warna warni di tangannya itu dikaitkan satu sama lain kemudian dirangkai dengan sebuah baterai. Sejurus kemudian stik yang dirangkainya mulai bergerak-gerak. Siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 6 Surabaya itu lantas tersenyum lebar.
ADVERTISEMENT
"Pak, robot saya sudah jadi!" serunya kepada seorang pria di hadapannya.
Pemandangan itu terjadi di kelas ekstrakurikuler robotik sekolah yang berlokasi di kawasan Gadung tersebut, Jumat (17/1). Selepas salat Jumat, terdapat 8 siswa yang berkumpul di salah satu ruang kelas di lantai 4 untuk mengikuti ekstrakurikuler robotik.
Namun ekskul robotik yang diterapkan SD Muhammadiyah 6 ini berbeda dengan ekskul robotik di kebanyakan sekolah. Disini metode yang diterapkan adalah Mekatronika Robotik. Melalui metode ini, siswa diajari untuk membuat robot 'berkaki' dari bahan-bahan yang cukup sederhana.
IMG-20200117-WA0019.jpg
"Sebelumnya kita ikut arus, ekskul robotik seperti sekolah kebanyakan di mana anak-anak diajari merangkai robot sensor melintasi garis (line tracer, red). Tapi sejak 6 bulan lalu kami pakai metode Mekatronika Robotik," jelas Puspitawati, Kaur Kesiswaan SD Muhammadiyah 6, kepada Basra, Jumat (17/1).
ADVERTISEMENT
Puspita menuturkan, metode Mekatronika Robotik dirasa lebih pas dengan siswanya mengingat biaya yang dikeluarkan untuk membuat robot, tak terlalu besar. Disini siswa dapat membuat robot hanya dengan stik es krim.
Sementara itu M.Ridho Sumitro, pelatih Robotik mengungkapkan, jika kelas ekskul Mekatronika Robotik SD Muhammadiyah 6 ini merupakan kerja sama dengan Robostick-Creative Zone, di bawah naungan Laboratorium Fisika Dasar, Departemen Fisika, Fakultas Sains & Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
IMG-20200117-WA0018.jpg
Menurutnya, Mekatronika Robotik ini lebih menekankan pada gerak robot melalui kaki-kakinya.
"Yang ditekankan disini adalah mekanika robot dengan kaki, bukan dengan roda seperti pada robot kebanyakan," imbuhnya.
Selain biaya yang dibutuhkan relatif lebih kecil, lanjut Ridho, dengan metode Mekatronika Robotik dapat mengajari anak untuk lebih telaten dan mampu menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.
ADVERTISEMENT
"Di sini anak-anak dilatih untuk dapat menyelesaikan masalah. Jika kaki-kaki robot tidak bisa bergerak, dia harus bisa mencari solusinya. Dia juga harus telaten merangkai robotnya karena kalau tidak sabar, stik yang dipakai bisa saja patah," jelas alumni ITS ini.
Setiap siswa yang mampu menyelesaikan robotnya, kata Ridho, maka wajib membantu temannya yang belum berhasil. Ini penting untuk menumbuhkan kerja sama dan toleransi pada anak sedini mungkin.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan