Konten Media Partner
Akbar Faizal Gelar Diskusi Terbuka di Surabaya, Bahas Peran Danantara Bagi Jatim
2 Desember 2025 15:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Akbar Faizal Gelar Diskusi Terbuka di Surabaya, Bahas Peran Danantara Bagi Jatim
Forum diskusi ini menghadirkan para pakar kebijakan publik, ekonom, dan tokoh strategis dari sektor pemerintah maupun dunia usaha. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

ADVERTISEMENT
Lembaga riset Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored menggelar Round Table Discussion (RTD) atau diskusi terbuka bertajuk ‘Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN: Jawa Timur Dapat Apa?’, di Surabaya, pada Selasa (2/12).
ADVERTISEMENT
Forum diskusi ini menghadirkan para pakar kebijakan publik, ekonom, dan tokoh strategis dari sektor pemerintah maupun dunia usaha. Mereka membahas arah baru perekonomian Indonesia setelah reformasi besar-besaran di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Akbar Faisal mengatakan, kegiatan diskusi meja bundar atau RTD digelar secara estafet di 10 kota se-Indonesia untuk menyerap pemikiran soal peran Danantara. Dan Kota Surabaya menjadi lokasi pertama acara.
"Kami akan memetik pemikiran-pemikiran publik dengan berkeliling di 10 kota di Indonesia. Dan yang pertama kami kunjungi adalah Kota Surabaya," ujar Akbar Faisal saat membuka diskusi.
"Kami mengambil peran memediasi pemikiran publik tentang apakah kehadiran Danantara sebuah jalan keluar atau justru tetap sebuah problem. Nagara Institute melakukan kajian untuk didiskusikan dengan para pemikir, pembuat kebijakan, dan kritikus kebijakan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Dua peneliti Nagara Institute, yaitu Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., M.H dan Dr. R. Edi Sewandono, S.H., M.H menjadi pemantik dalam kegiatan ini. Keduanya memaparkan temuan awal dan kajian dari tim riset Nagara Institute mengenai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan mandat baru untuk kemakmuran Indonesia.
Setelah itu, empat narasumber silih berganti memberi tanggapan atas temuan awal dan kajian tersebut. Para narasumber juga menyampaikan gagasannya terkait reformasi BUMN dan dampaknya terhadap Jawa Timur.
Keempat narasumber tersebut antara lain Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin, Anggota DPR Misbakhun, dan Dosen Ekonomi Islam Unair Imron Mawardi.
Dalam kesempatan tersebut Emil Dardak memaparkan kondisi perekonomian di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
"Jawa Timur adalah salah satu penopang utama ekonomi nasional, menyumbang hampir seperenam PDB Indonesia dan menjadi pintu logistik wilayah timur. Industri menjadi penggerak utama pertumbuhan, sementara pertanian tetap menjadi produsen terbesar berbagai komoditas nasional," ungkap Emil.
Dia menegaskan kebutuhan diversifikasi ekonomi serta kekhawatiran dividen BUMN dari Jatim tidak kembali dalam bentuk investasi. Emil berharap Danantara bisa memastikan investasi negara tetap menguatkan sektor-sektor strategis di Jawa Timur.
"Karena perekonomian kita tidak lagi sepenuhnya mengandalkan sumber daya alam, maka kita berharap bahwa tetap ada portofolio investasi yang kemudian bisa menjadi sebuah daya tarik bagi Danantara," tutur Emil.
"Kalau kita lihat BUMN. Kami cuma berhak satu, jangan sampai dividen yang ditarik balik kemudian dibuat menjadi agnostik terhadap BUMN yang menyumbang dividennya," sambungnya.
ADVERTISEMENT
