Apa Itu Immunosenescence, Kondisi yang Membuat Seseorang Perlu Booster Vaksin

Konten Media Partner
13 Januari 2022 12:15
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Apa Itu Immunosenescence, Kondisi yang Membuat Seseorang Perlu Booster Vaksin (195234)
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.
ADVERTISEMENT
Sejak Rabu (12/1), pemerintah mulai melakukan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster untuk masyarakat berusia di atas 18 tahun. Salah satunya yakni para lansia yang menjadi prioritas utama penerima vaksin booster.
ADVERTISEMENT
Lantas seberapa penting vaksin booster bagi para lansia?
Menjawab hal itu, Dr. Ari Baskoro, Sp.PD. mengatakan, jika proses menua selalu diiringi dengan penurunan performa sistem imun. Fenomena immunosenescence (penurunan bertahap dari sistem kekebalan tubuh, yang disebabkan oleh kemajuan usia alami) ini sangat berdampak pada kerentanan terhadap penyakit infeksi.
"Untuk itu, vaksin booster dirasa penting dan perlu bagi lansia untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini," ucapnya, Kamis (13/1).
Menrutunya, manusia memiliki imunitas adaptif yang diperankan oleh limfosit (salah satu komponen lekosit atau sel darah putih). Pada saat dilahirkan, manusia mendapatkan anugerah limfosit dalam jumlah yang sangat melimpah.
Namun, paparan berbagai macam mikroba (terutama human cytomegalovirus/HCMV), menyebabkan cadangan sel limfosit 'naive' menjadi berkurang.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Limfosit 'naive' ini merupakan sel imun yang belum pernah terpapar dengan antigen atau mikroba. Disisi lain, sel memori (telah terpapar antigen/mikroba) semakin meningkat dan menggantikan kedudukan limfosit 'naive'.
"Hal ini merupakan gambaran perubahan komposisi sel imun lansia. Daya proteksi pasca vaksinasi akan menurun secara bertahap, walaupun sudah diberikan dalam dua dosis. Sekitar enam bulan kemudian, titer antibodi netralisasi tidak mampu lagi mencegah paparan virus COVID-19," jelasnya.
Dr. Ari menuturkan, jika sistem imun seluler yang diperankan oleh limfosit T (Thymus) serta sel memori masih mampu merespons, meskipun tidak seefektif seperti yang terjadi saat usia muda.
Pada kondisi imunitas yang serba terbatas seperti ini, lansia menjadi sangat rawan mengalami fatalitas akibat COVID-19. Ditambah lagi, banyaknya varian COVID yang terus bermunculan, membuat risiko paparan lebih meningkat.
ADVERTISEMENT
"Vaksin booster merupakan metode terpilih yang bisa dilakukan, selain penerapan protokol kesehatan yang benar. Pemberian vaksinasi dosis ketiga ini, diharapkan dapat membangkitkan kembali imunitas humoral terbentuknya antibodi) dan seluler (limfosit T)," tuturnya.
Meski demikian, Dr. Ari menghimbau jika vaksin booster tidak akan menjamin 100 persen mencegah penularan.
"Namun dia terbukti efektif mencegah parahnya COVID-19. Untuk itu tetap disiplin menjalankan prokes dengan ketat," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020