News
·
28 Mei 2021 11:04
·
waktu baca 2 menit

Aplikasi Garamin Bantu Tingkatkan Kualitas Pertanian Garam di Indonesia

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Aplikasi Garamin Bantu Tingkatkan Kualitas Pertanian Garam di Indonesia (43425)
searchPerbesar
Tampilan fitur pada aplikasi Garamin, karya tim mahasiswa ITS.
Indonesia merupakan negara kedua dengan garis pantai terpanjang di dunia. Sayangnya pada sektor produksi garam laut, justru terdapat beberapa masalah produktivitas yang harus dihadapi.
ADVERTISEMENT
Salah satunya yakni para petani garam mengalami kesulitan dalam hal distribusi. Untuk itu, tiga mahasiswa Departemen Teknik Informatika ITS, Barhan Akmal Falahudin, Abd Wahid, dan Nur Muhammad ‘Ainul Yaqin mengembangkan suatu aplikasi e-koperasi petani garam bernama Garamin.
“Tujuan fasilitasi ini dimaksudkan agar pemerintah dapat melakukan swasembada garam melalui produk garam lokal,” ungkap Barhan Akmal selaku ketua tim, Jumat (28/5).
Selain itu, dibuatnya aplikasi ini adalah untuk memperpendek rantai distribusi garam yang diproduksi oleh petani garam, sehingga keuntungan yang diterima petani garam meningkat. “Para petani tidak perlu khawatir jika datang masa sulit, karena keuntungan telah dikelola oleh koperasi,” tambahnya.
Akmal menuturkan, dalam aplikasi tersebut memiliki beberapa fitur unggul, seperti manajemen koperasi, notifikasi mengenai iuran dan pengumuman kepada petani garam, hingga fitur edukasi untuk meningkatkan proses produksi garam.
Aplikasi Garamin Bantu Tingkatkan Kualitas Pertanian Garam di Indonesia (43426)
searchPerbesar
(dari kiri) Nur Muhammad ‘Ainul Yaqin, Barhan Akmal Falahudin, Abd. Wahid, anggota tim Garamin berfoto bersama ketika memenangkan Juara 3 pada ajang Hackathon Maritim 2021.
“Desain aplikasi mudah dipahami dan berukuran kecil, sehingga mudah digunakan oleh para pengguna,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk implementasinya, Akmal menyebutkan terdapat dua user sasaran, yaitu pengurus dan anggota koperasi. Untuk user pengurus dapat menambahkan pemasukan dan pengeluaran, memberikan pengumuman dan notifikasi pembayaran iuran pada anggota, serta mengunggah materi edukasi.
Di sisi anggota, mereka dapat memantau keuangan koperasi, mendapatkan pengumuman dan edukasi, serta notifikasi pembayaran iuran.
Ke depan ia dan tim akan terus mengembangkan aplikasi tersebut dan mengevaluasi beberapa fitur, guna memberikan layanan terbaik bagi para petani garam.
“Ke depannya, tak hanya di lingkup maritim, aplikasi serupa diharapkan dapat dikembangkan pula pada lingkungan pertanian dan perikanan,” pungkasnya.
Berkat aplikasi itu, ia dan tim berhasil meraih juara tiga pada Hackathon Maritim 2021 oleh Dinas Pembinaan Potensi Maritim Angkatan Laut (Dispotmaral) TNI AL, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Di mana kompetisi tersebut juga tercatat dalam Rekor MURI sebagai hackathon pertama yang diselenggarakan di atas kapal perang di Indonesia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020