News
·
9 April 2021 15:09

Asesmen Berbasis HOTS Bisa Tingkatkan Kreativitas Pelajar

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Asesmen Berbasis HOTS Bisa Tingkatkan Kreativitas Pelajar (277173)
Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, dapat menunjang pembelajaran daring terutama di pandemi COVID-19. Untuk itu, para pengajar dituntut menguasai aplikasi atau media pembelajaran yang menunjang kegiatan belajar mengajar.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Ketua PGRI Prof. Dr.Ir Richardus Eko Indrajit, M.Sc. MBA., menuturkan bahwa menyusun asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran online sangat diperlukan.
“HOTS ini bukan sekadar untuk gaya-gayaan atau hal baru di dunia pendidikan. Mulanya metode pembelajaran ini bertujuan memperkenalkan manusia untuk survive terhadap tantangan-tantangan baru,” kata Prof.  Richardus dalam Pekan Webinar Universitas Dinamika (Undika), Jumat (9/4).
Menurutnya, HOTS sangat mungkin diterapkan dalam pembelajaran daring, asalkan pengajar menyusun metode dengan mengetahui esensinya.
Adapun hal yang perlu diperhatikan para pengajar saat ini adalah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.
Oleh sebab itu, metode pembelajaran berbasis HOTS bukan hanya pengajaran untuk survive saja, tapi juga bisa bersaing atau mampu melihat peluang untuk berkembang dan mandiri.
ADVERTISEMENT
“Intinya siswa atau pelajar bisa menganalisa keadaan sekitar berdasarkan ilmu yang diajarkan guru atau dosen. Pengamatan, analisa, perbandingan sehingga menciptakan sesuatu yang menarik dan mendalam,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa cara dapat diterapkan para pengajar untuk menerapkan pembelajaran berbasis HOTS.
Salah satunya, pengajar bisa memancing siswa-siswi untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, mampu berargumen dan mengambil keputusan. Caranya bisa dengan memberikan bahan diskusi yang familiar secara bertahap.
Asesmen Berbasis HOTS Bisa Tingkatkan Kreativitas Pelajar (277174)
“Misalnya disuruh untuk menjawab olahraga apa yang berat. Sebutkan satu olahraga tanpa alasan. Nah disini setiap pelajar akan memiliki jawaban yang berbeda-beda. Setelah itu baru perintahkan pelajar untuk memberi alasan atas jawabannya,” jelasnya.
Dengan cara tersebut para guru akan melihat dan mengetahui sejauh mana para siswa mampu berpikir kritis dan kreatif.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Dosen S1 Sistem Informasi Universitas Dinamika Julianto Lemantara, S.Kom., M.Eng., menuturkan, metode pembelajaran berbasis HOTS ini nantinya juga bisa diterapkan menggunakan Aplikasi MoLearn. Aplikasi tersebut merupakan inovasi dari para dosen Undika sejak 2017 lalu.
“Aplikasi ini dibuat dari hasil penelitian beberapa Dosen Undika dengan melakukan observasi dan diskusi ke sejumlah guru. Dalam kesimpulannya para guru membutuhkan fitur pembelajaran yang ada di MoLearn saat ini,” tuturnya.
Beberapa fitur pengembangan dari MoLearn versi 2 yang bisa digunakan yakni pengajar bisa melakukan pengecekan kesamaan jawaban siswa dengan kunci jawaban. Selain itu bisa juga melakukan pengecekan kesamaan jawaban antar siswa baik jawaban singkat atau jawaban panjang.
"Semoga aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh para guru dengan baik, karena pihak kampus telah melakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa selama kegiatan belajar," pungkasnya.
ADVERTISEMENT