kumparan
15 November 2019 12:03

Awal Januari 2020 Unusa Bakal Selenggarakan Pendidikan Profesi Guru

WhatsApp Image 2019-11-15 at 11.26.18 AM.jpeg
Prof Dr Ir Mohammad Nuh. Foto : Masruroh/Basra
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai salah satu penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri pada 2020.
ADVERTISEMENT
Untuk proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara nasional mulai awal November hingga 2 Desember 2019 melalui laman pendaftaran.ppg.ristekdikti.go.id.
Menurut Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, ada 63 Perguruan Tinggi (PT) negeri dan swasta yang dipercaya untuk menyelenggarakan PPG Prajabatan Mandiri pada tahun 2019 ini. Unusa sendiri mendapatkan kuota 75 mahasiswa untuk program PPG Prajabatan Mandiri.
“Mereka yang baru lulus pendidikan S1, belum mempunyai otoritas dan private untuk menjadi guru. Jadi jika mereka passion-nya ingin menjadi guru maka harus menempuh PPG. Sama seperti apoteker, bidan dan dokter,” ujarnya kepada Basra, (13/11).
Sementara itu Ketua Penerima Mahasiswa Baru (PMB) Unusa Drajad Uji Cahyono, mengungkapkan jika peserta PPG di Unusa nantinya akan diberi pembekalan ilmu dari para pakar kependidikan. Diantaranya Mendikbud tahun 2010-2014, Prof Dr Ir Mohammad Nuh, praktisi pendidikan Munif Chatib, serta Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Prof Dr Muchlas Samani MPd.
ADVERTISEMENT
Adapun sasaran angkatan pertama PPG prajabatan Mandiri tahun akademik 2019/2020 ditujukan kepada sarjana yang belum menjadi guru.
"Dari pendaftaran peserta akan diseleksi administrasi dan verifikasi berkas terkait linieritas kualifikasi S-1/D-IV dengan program studi PPG dalam jabatan. Dilanjutkan seleksi akademik hingga pengumuman hasil seleksi akan dilaksanakan secara terpusat," kata Drajad.
Para peserta akan dikenakan biaya pendaftaran Rp 300 ribu dan biaya kuliah Rp 8,5 juta per semester. PPG prajabatan mandiri ini akan ditempuh dalam dua semester.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan