Beda Sesak Napas COVID-19 dan Sesak Napas Biasa

Konten Media Partner
1 September 2021 13:06
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Beda Sesak Napas COVID-19 dan Sesak Napas Biasa (75566)
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.
Dr Alfian Nur Rosyid, dokter spesialis paru di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) menyebut, bahwa sesak napas dapat menyerang pasien COVID-19, bahkan ketika ia belum pernah mengalami sesak sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, COVID-19 dapat memperburuk kondisi pasien yang sebelumnya pernah mengalami sesak napas. Hal itu terutama dapat terjadi pada pasien yang telah memiliki keluhan sesak kronis.
Yakni kondisi sesak napas yang terjadi dalam rentan waktu lama. “Pada pasien yang memiliki sesak kronis, apabila terinfeksi virus SARS-CoV-2 maka pasien tersebut akan mengalami sesak akut yang dapat memperberat kondisi sesaknya," kata Dr Alfian, Rabu (1/9).
Selain itu, Dr Alfian juga menyebut, pasien dengan sesak kronis dan penyakit penyerta atau komorbid yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi sesaknya.
“Pada pasien dengan sakit kronis yang tidak terkontrol, misalnya sakit jantung, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Tuberkulosis (TB), dan lainnya, maka bisa jadi kondisinya lebih berat dibandingkan pasien tanpa komorbid,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Terkait proses sesak napas yang terjadi pada pasien COVID-19, Dr Alfian menjelaskan, bahwa hal itu terjadi karena ada gangguan pertukaran oksigen.
Di mana virus COVID-19 yang masuk ke dalam paru-paru pasien, akan menyebabkan proses peradangan dan kemudian menyebabkan sel-sel laten menutupi area pertukaran oksigen.
“Penutupan area pertukaran oksigen selanjutnya akan menghambat proses penukaran oksigen dengan karbondioksida. Akibatnya, kadar oksigen di darah akan turun dan menyebabkan 'instruksi' kepada pusat pernapasan untuk bernapas lebih cepat. Jadi sesaknya pada pasien COVID-19 itu karena ada gangguan pertukaran oksigen,” jelasnya.
Beda Sesak Napas COVID-19 dan Sesak Napas Biasa (75567)
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.
Ia mengungkapkan, sesak napas yang dialami pasien COVID-19 berhubungan dengan kondisi hipoksia atau kekurangan oksigen yang dapat terjadi pada seluruh organ tubuh pasien.
Apabila kekurangan oksigen terjadi pada sel otak, maka dapat terjadi penurunan kesadaran dan dapat berakibat fatal, termasuk kematian seseorang.
ADVERTISEMENT
“Kondisi sesak tersebut juga akan menyebabkan tubuh merespon dengan meningkatkan frekuensi napas agar lebih banyak oksigen yang dapat dihirup seseorang untuk memenuhi kecukupan oksigen tubuh, terutama otak,” terang Dr Alfian.
Guna mencegah hal itu, upaya awal agar tidak terjadi sesak napas adalah mencegah infeksi COVID-19 dengan patuh melakukan protokol kesehatan.
Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dimaksudkan sebagai pencegahan awal agar virus tidak masuk ke dalam tubuh seseorang.
“Apabila tidak menerapkan protokol kesehatan, virus bisa menembus tubuh pasien melalui saluran napas,” ungkapnya.
Langkah selanjutnya untuk mencegah terinfeksi virus varian baru Corona ini adalah melakukan vaksinasi.
“Diusahakan sedapat mungkin melakukan vaksin agar tubuh dapat untuk meningkatkan imunitas terhadap virus SARS-CoV-2. Diharapkan dalam tubuh seseorang itu akan timbul kekebalan, sehingga tidak terjadi kondisi yang berat ketika tertular virus tersebut,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Terakhir, Dr Alfian berpesan bahwa apabila sudah terlanjur terinfeksi COVID-19 maka perlu pengetahuan dan pemantauan tanda awal pneumonia berupa adanya batuk dan sesak.
Selanjutnya adalah melakukan langkah pencegahan agar tidak terjadi perburukan kondisi dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan COVID-19 di rumah sakit.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020