Tekno & Sains
·
14 Oktober 2021 16:44
·
waktu baca 2 menit

Buat Obat Nyamuk dari Rimpang, Dua Siswa SMA Surabaya Raih Medali Emas

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Buat Obat Nyamuk dari Rimpang, Dua Siswa SMA Surabaya Raih Medali Emas (843864)
searchPerbesar
Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan, hingga 14 Juni 2021 total kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 16.320 kasus. Jumlah ini meningkat sebanyak 6.417 kasus jika dibandingkan total kasus DBD pada 30 Mei yang hanya 9.903 kasus.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, jumlah kematian akibat DBD pun meningkat dari 98 kasus pada akhir Mei, menjadi 147 kasus pada Juni 2021.
Menyadari akan bahaya nyamuk aedes aegypti, dua siswa SMA Al-Hikmah Surabaya, berinisiatif membuat produk obat nyamuk yang dikemas dalam penelitian berjudul MOLLENT-GEL (Calamus Mosquito Repellent Hydrogel).
Bahkan, penelitian milik Kaisa Sabila Rahma dan Azhura Himmatana ini berhasil mendapatkan emas dalam kompetisi Eskom Expo Virtual Awards International Science Fair 2021.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Ini merupakan pengembangan proyek kami waktu SMP. Apalagi kasus DBD juga lagi naik. Jadi kami membuat obat nyamuk ini dengan memanfaatkan tanaman rimpang jeringau. Di mana tanaman ini belum banyak yang memanfaatkan dan sering dibuang begitu saja. Padahal manfaatnya banyak," kata Azhura ketika ditemui Basra, Kamis (14/10).
ADVERTISEMENT
Azhura menuturkan, di dalam rimpang jeringau terdapat kandungan minyak atsiri. Minyak tersebut bermanfaat untuk membasmi nyamuk penyebab DBD.
"Bahan utamanya adalah rimpang jeringau yang kami jadikan ekstrak. Selanjutnya, ektrak ini kami gunakan sebagai bahan rendaman hidrogel. Nantinya hidrogel akan menguap dan bau yang dikeluarkan dapat mengusir nyamuk aedes aegypti," jelasnya.
Ke depan, Azhura dan tim berencana akan kembali mengembangkan penelitian tersebut agar bisa bermanfaat untuk masyarakat.
"Ke depan, kami akan melakukan pengembangan lagi. Mungkin dibuat di media lain dan kami berencana mematenkan produk kami. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat, dan dapat mencegah demam berdarah," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020