News
·
25 Juli 2021 6:11
·
waktu baca 3 menit

Cegah Penularan Klaster Keluarga, Pemkot Surabaya Bikin Rumah Sehat COVID-19

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Cegah Penularan Klaster Keluarga, Pemkot Surabaya Bikin Rumah Sehat COVID-19 (384251)
searchPerbesar
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau Rumah Sehat COVID-19 di Kelurahan Mulyorejo.
Pemerintah Kota Surabaya berupaya penuh dalam mempercepat penanganan medis bagi pasien COVID-19 di kota Pahlawan. Sejumlah cara dilakukan di antaranya membuka tiga rumah sakit darurat yaitu RS Darurat Lapangan Tembak, RS Darurat GOR Gelora Bung Tomo, dan RS Darurat Lapangan Kalibokor.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga telah mendistribusikan 40 ribu swab antigen ke 63 kelurahan se-Surabaya untuk upaya tracing. Apabila ada warga Surabaya yang telah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 atau sudah merasakan gejala COVID-19, maka segera bisa melakukan swab antigen gratis di puskesmas untuk diketahui hasilnya.
Hasil dari tracing kali ini diupayakan bisa selesai dalam sehari agar tidak ada keterlambatan penanganan. Apabila diketahui dari hasil tracing tersebut positif COVID-19 dan berstatus OTG atau gejala ringan, maka disarankan melakukan isolasi mandiri.
Bagaimana bila rumah untuk fasilitas isolasi mandiri tak layak?
Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan gedung-gedung sekolah di Surabaya untuk menjadi Rumah Sehat COVID-19.
Di rumah sehat ini telah disiapkan bed-bed untuk berisitirahat pasien isoman dengan sarana lebih layak dan bisa mempercepat penyembuhan.
ADVERTISEMENT
Meski bertujuan baik, tetap saja rencana alih fungsi gedung sekolah menjadi Rumah Sehat COVID-19 ini sempat ditentang warga RW 02 Gubeng Jaya dan warga RT 14 RW 02 Gubeng Jaya Kelurahan Mulyorejo. Pada Kamis 22 Juli 2022 warga setempat memasang spanduk bertuliskan "Seluruh Warga RW. 02 Gubeng Jaya dan Warga RT.14 – RW.02 Gubeng Jaya Menolak SDN Gubeng 1 Dijadikan Tempat Isoman Pasien Terinfeksi COVID-19" yang dipasang didepan SDN Gubeng 1.
Menurut warga, mereka khawatir bila secara psikologis ketenangan mereka ikut terganggu karena lalu-lalang ambulans yang masuk ke perkampungan warga.
Menanggapi kekhawatiran tersebut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap warga Surabaya mau membuka hati dan bekerjasama untuk menurunkan jumlah penularan dan mencegah kondisi pasien isoman memburuk bila tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
ADVERTISEMENT
"Sekarang kita bayangkan, Rumah Sakit Soewandhie itu di belakangnya ada permukiman warga Tambak Rejo. Kalau misal ada warga Mulyorejo sakit lalu mau ke Soewandhie dan ditolak oleh warga Tambak Rejo, mau dimana? Untuk itu kita harus buka hati kita, buka pemikiran kita bahwa tempat ini adalah tempat untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yang ada di kelurahan Mulyorejo nanti juga ada di kelurahan lainnya," kata Eri.
Eri juga berharap warga Surabaya mau menyadari kalau saat ini rumah sakit penuh dan harus antri lama untuk mendapat penanganan medis.
"Kita harus sadar betul, kalau dia terlambat ke rumah sakit, terlambat penanganannya, naudzubillah min dzalik meninggal di jalan, sudah banyak terjadi kan? Dengan Rumah Sehat COVID-19 ini kita bisa kurangi penanganan yang terlambat untuk pasien COVID-19, " kata Eri.
ADVERTISEMENT
Akhirnya, Rumah Sehat COVID-19 di Kelurahan Mulyorejo dialihkan ke bangunan bekas Gedung Kantor Kelurahan Mulyorejo di Jalan Mulyorejo Utara No 201 Surabaya.
Eri menekankan bahwa di setiap kelurahan harus ada tempat sehat untuk pemulihan bagi warga yang terpapar COVID-19 tanpa gejala. Ruang tersebut dimanfaatkan sebagai pengganti tempat perawatan di rumah untuk mencegah klaster di lingkungan keluarga.
"Ini bukanlah seperti rumah sakit pada umumnya. Dimana ada ambulans berlalu lalang, atau memasukkan warga di luar kelurahannya untuk isolasi di tempat tersebut. Tidak begitu, tolong sampaikan bahwa yang isolasi ini adalah warga satu kelurahannya saja dan tanpa gejala. Jadi ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat,” papar Eri.
Di dalam rumah sehat nantinya ada fasilitas olahraga meja pimpong, bulu tangkis, hingga menghadirkan instruktur senam.
ADVERTISEMENT