kumparan
search-gray
Tekno & Sains25 Juni 2020 8:23

D'Bos, Alat Pembasmi Virus Karya Dosen di Surabaya

Konten Redaksi BASRA
IMG-20200624-WA0023.jpg
Dinamika Box of Sterilisation (D'Bos).
Berbagai perguruan tinggi di Surabaya, saat ini tengah menjalankan masa transisi menuju new normal. Segala bentuk protokol kesehatan mulai dari menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, melakukan cek suhu tubuh, hingga memisahkan akses keluar masuk pun dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.
ADVERTISEMENT
Tak terkecuali Universitas Dinamika (Undika). Selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pihak kampus juga membuat dua box pembasmi kuman, bakteri, maupun virus pada benda. Box yang berbentuk seperti rak buku itu bernama Dinamika Box of Sterilisation (D'Bos).
Kepala Bagian Administrasi Umum Undika Indra Gunawan S.T. mengungkapkan pembuatan D'Bos yang menggunakan cahaya Ultra Violet (UV) ini terinspirasi dari alat sterilisasi di ruang operasi rumah sakit yang berfungsi membunuh kuman maupun bakteri.
Oleh sebab itu, pihaknya membuat dua box yang diletakkan di bagian yang sering menerima barang dari luar. Yakni di Pos 1 kampus dan perpustakaan.
"Dua box tersebut kami letakkan di Pos 1 (keamanan) dan juga perpustakaan. Karena Pos 1 selalu menerima paket barang dari luar, sehingga membutuhkan strerilisasi barang sebelum masuk ke kampus. Begitu juga dengan perpustakaan yang buku-bukunya akan keluar masuk karena dipinjam oleh pengunjungnya," ungkap Gunawan, Rabu (25/6).
ADVERTISEMENT
Gunawan menjelaskan, D'Bos memiliki ukuran panjang 2,5 meter dan lebar 1 meter dengan menggunakan lampu UV 40 watt. Pada umumnya ukuran tersebut sudah mampu membunuh kuman pada barang dalam waktu kurang lebih 20 menit.
Selain itu, pihaknya juga memasang reflektor agar cahaya UV bisa memantul dari segala arah. Sehingga barang dapat disterilkan dari semua sisi.
"Jadi barang-barang yang sudah disterilkan di box tersebut dijamin bebas dari kuman atau bakteri," jelasnya.
IMG-20200624-WA0024.jpg
Sementara itu, Kepala Bagian Perpustakaan Deasy Kumalawati, S.Pd. M.A. menuturkan pihaknya juga berupaya meminimalisir penularan COVID-19 dengan membatasi jumlah pengunjung dan memberi batasan pada tempat duduk agar tidak berkerumun.
Ia juga mengaku, adanya D'Bos di perpustakaan kampus dapat membantu mencegah penyebaran virus.
ADVERTISEMENT
"Nantinya pustakawan yang mengembalikan buku, buku tersebut akan diletakkan dalam box untuk disterilisasi. Setelah dimasukkan dalam box, petugas perpustakaan akan menyalakan lampu UV selama kurang lebih 20 menit. Kami menyebutnya karantina buku sebelum dikembalikan ke rak dan dipinjam oleh pustakawan lainnya," tutur Deasy.
Dengan adanya alat tersebut, ia berharap mahasiswa dan juga karyawan akan terbebas dari virus atau kuman yang mungkin menempel dalam buku atau benda lainnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white