Konten Media Partner

Flu Malaysia Merebak, Pakar di Surabaya Ungkap Hal yang Perlu Diwaspadai

23 Oktober 2025 8:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Flu Malaysia Merebak, Pakar di Surabaya Ungkap Hal yang Perlu Diwaspadai
Ribuan siswa di Malaysia dilaporkan terinfeksi flu atau influenza. Fenomena ini tak hanya sekadar fluktuasi musiman biasa. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Ilustrasi anak flu. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak flu. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Ada isu kesehatan yang sangat penting dan wajib diwaspadai, datang dari negara tetangga. Ribuan siswa di Malaysia dilaporkan terinfeksi flu atau influenza. Fenomena ini tak hanya sekadar fluktuasi musiman biasa, melainkan sinyal peringatan yang menguji sistem kekebalan populasi dan kesiapan kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Menurut Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) sekaligus Ketua Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases, ITD Unair, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD, lonjakan ini perlu dianalisis secara komprehensif untuk memahami pola penularan dan faktor risikonya.
“Langkah pertama adalah memastikan bahwa kenaikan ini memang mencerminkan peningkatan kasus nyata di masyarakat, bukan sekadar akibat peningkatan pelaporan atau tes laboratorium. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Malaysia, lonjakan tersebut terlihat pada peningkatan jumlah klaster influenza di sekolah dan institusi pendidikan, serta peningkatan kasus influenza-like illness (ILI) di fasilitas kesehatan,” jelas Laura dalam keterangannya seperti dikutip Basra, Kamis (23/10).
Beberapa faktor utama dinilai jadi pendorong lonjakan kasus di negeri jiran tersebut. Perubahan musim dan cuaca lembab disebut sebagai penyebab percepatan penularan virus influenza di kawasan Asia Tenggara. Lebih lanjut, penurunan kekebalan pasca pandemi COVID-19 turut jadi pemicu penting.
ADVERTISEMENT
“Selama pandemi, interaksi sosial berkurang drastis dan sirkulasi virus flu menurun, sehingga banyak individu terutama anak-anak belum memiliki kekebalan alami terhadap virus influenza yang beredar saat ini. Ketiga, terdapat indikasi adanya variasi strain influenza A (seperti H3N2 atau H1N1) yang mungkin telah mengalami pergeseran antigenik (antigenic drift), membuat vaksin flu musiman menjadi kurang efektif,” sebutnya.
Indonesia sebagai negara dengan mobilitas tinggi dan kedekatan geografis dengan Malaysia juga menghadapi risiko yang signifikan untuk mengalami kejadian serupa.
“Namun demikian, risiko ini dapat ditekan bila sistem surveilans ILI/SARI di puskesmas dan rumah sakit diperkuat, serta masyarakat didorong untuk berperilaku hidup bersih dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala flu berat,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat bahwa penting untuk tenang namun waspada dengan tidak menyepelekan gejala flu dan menerapkan etika kesehatan.
ADVERTISEMENT
“Dengan kewaspadaan bersama dan kedisiplinan dalam pencegahan, kita dapat mencegah lonjakan serupa terjadi di Indonesia dan melindungi kesehatan publik secara berkelanjutan,” pungkasnya.