ITS Luncurkan Akuakultur Plus Ekowisata Pertama di Indonesia

Konten Media Partner
22 November 2021 14:12
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ITS Luncurkan Akuakultur Plus Ekowisata Pertama di Indonesia (91225)
zoom-in-whitePerbesar
Bangunan lepas pantai Ocean FarmITS yang telah berhasil mengapung pada pagi hari setelah peluncuran.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru saja meresmikan bangunan lepas pantai akuakultur rangkap ekowisata bahari pertama di Indonesia bernama Ocean FarmITS.
ADVERTISEMENT
Ketua tim Ocean FarmITS Dr Eng Yeyes Mulyadi ST MSc mengatakan, bangunan tersebut dapat menjadi tempat budidaya ikan sekaligus tempat wisata bahari.
Bahkan, pada bangunan atasnya juga telah dirancang khusus memiliki dua kamar yang mampu memanjakan para pengunjungnya.
Ia mengungkapkan, salah satu ikan yang dapat dibudidayakan adalah ikan tuna. Pasalnya, ikan tuna memiliki nilai jual yang cukup tinggi, sehingga bisa menjadi masukan tambahan bagi nelayan sekitar.
"Sehingga nelayan tetap akan mendapatkan penghasilan dari budidaya ikan dan ekowisata bahari ketika tidak bisa melaut karena cuaca buruk," ungkapnya, Senin (22/11).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
ITS Luncurkan Akuakultur Plus Ekowisata Pertama di Indonesia (91226)
zoom-in-whitePerbesar
Desain Ocean FarmITS yang ditargetkan selesai seluruhnya pada Desember 2021.
Terkait ketangguhannya, dosen Program Studi (Prodi) Teknik Lepas Pantai tersebut menjelaskan, jika bangunan telah dirancang dan mampu bertahan pada gelombang laut yang tingginya hingga tiga meter. Sementara umurnya diperkirakan bisa bertahan sekitar 10-15 tahun lamanya.
ADVERTISEMENT
“Kami juga telah melakukan banyak pengujian (terhadap Ocean FarmITS) dan dinyatakan memenuhi semua sertifikasi dan rekomendasi yang berlaku di Indonesia," jelasnya.
Yeyes menuturkan, saat ini proses pembangunan struktur utamanya telah selesai dan berhasil mengapung di laut. Selanjutnya, jika pembangunan struktur atasnya akan segera dilaksanakan dan ditargetkan bisa selesai pada akhir tahun ini.
Nantinya, jika Ocean FarmITS ini berhasil dimanfaatkan, dosen yang juga alumnus ITS ini yakin bila perekonomian di pesisir pantai sekitarnya juga akan terangkat. "Daya tarik wisatawan terhadap bangunan lepas pantai ini pasti membuat pesisir pantai lebih ramai pengunjung," tuturnya.
Yeyes berharap, adanya Ocean FarmITS ini mampu membantu memanfaatkan potensi laut di Indonesia melalui sentuhan teknologi. "Selain itu, bangunan ini mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya pada bidang maritim," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020