Pencarian populer

Jika Anak Bertanya soal 'People Power', Begini Cara Menjawabnya

Gambar oleh Niek Verlaan dari Pixabay

Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait aksi people power yang dikhawatirkan terjadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meliburkan sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMP pada Rabu (22/5).

Nah, lalu bagaimana caranya kita mencegah agar anak dan remaja tidak mendapat informasi yang salah tentang makna people power? Basra mewawancara Dr. Suko Widodo, M.Si selaku pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Menurut Suko, people power itu adalah aksi damai tak berdarah yang pernah terjadi di Filipina. Saat itu, rakyat Filipina memprotes kepemimpinan Presiden Ferdinand Edralin Marcos karena terbukti melakukan banyak kecurangan dalam Pemilu Presiden 1969.

Pada periode pertama kepemimpinan Marcos (1965-1969), hasil kerjanya dinilai baik-baik saja. Pembangunan di Filipina bagus, keuangan pemerintah juga baik. Karena itu, Marcos mendapat simpati rakyat dan terpilih kembali. Namun ternyata, terpilihnya Marcos di periode keduanya itu menimbulkan polemik karena ia berperilaku curang.

Demi meloloskan niatnya menjadi Presiden Filipina untuk kedua kalinya, Marcos 'membeli' suara saat Pemilu. Dari kejadian tersebut, kepercayaan rakyat Filipina kepada Marcos mulai luntur. Rakyat yang sudah tidak tahan dengan kepemimpinan Marcos yang kemudian diketahui penuh korupsi dan bersifat diktator, serta gerah terkait kecurangan Pemilu itu, akhirnya bersama-sama ingin keluar dari kondisi itu.

''Akhirnya aksi protes besar-besaran yang berlangsung damai dan tidak menimbulkan korban jiwa itu berhasil menurunkan Presiden Marcos dari jabatannya,'' kata akademisi Fisip Unair itu.

Di Indonesia, rencana aksi 'people power' pada 22 Mei 2019 pertama kali diucapkan politikus senior Amien Rais. Saat itu, Amien mengatakan, jika Prabowo kalah dalam Pemilu, pihaknya tidak akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi, melainkan bakal menempuh jalan gerakan sosial. Beberapa hari lalu, Amien juga mengganti istilah 'people power' dengan gerakan 'kedaulatan rakyat'.

Menyikapi pergolakan politik Indonesia saat ini, Suko menilai bahwa ada yang berbeda dari aksi people power di Indonesia saat ini dengan pada masa 1998 dan di Filipina. Menurutnya, dulu, aksi itu murni rakyat yang bergerak tapi kini aksi lebih ditunggangi elite politik.

Pada prinsipnya, Suko menegaskan, aksi people power haruslah mengedepankan sisi kemanusiaan dan aksi damai.

''Kalau bawa senjata dan jatuh korban itu bukan people power.''

-Dr. Suko Widodo, M.Si, pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Sampai di sini, Basra menyimpulkan, jika anak kita lantas bertanya, "mama/papa, apa itu people power?"

Tekankan pada anak kita bahwa people power adalah aksi demonstrasi yang mengedepankan sisi kemanusiaan dan aksi damai. Bukan membuat kerusuhan, aksi pertumpahan darah, maupun perbuatan seenaknya.

Ajarkan juga sedari dini kepada anak-anak tentang cara bijak menyikapi kemenangan maupun kekalahan. Dan tak lupa, berikan pengertian kepada anak untuk senantiasa jujur dalam berperilaku.

(Reporter: Windy Goestiana)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32