Kabar Baik, Tahun Depan Bunda PAUD di Surabaya Bisa Dapat Beasiswa S1

Konten Media Partner
8 November 2022 8:17
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Dok. Basra
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Dok. Basra
ADVERTISEMENT
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan pesan penting kepada tenaga pendidik anak usia dini (PAUD). Eri menitipkan para bunda PAUD kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk meningkatkan kualitas mengajarnya.
ADVERTISEMENT
“Saya juga meminta bantuan kepada seluruh PAUD, baik itu kelompok bermain, TK, saya minta untuk menciptakan anak – anak yang memiliki akhlakul karimah. Dan yang paling penting adalah saya minta untuk mengajarkan anak – anak itu bisa menghormati orang tua maupun guru,” tegas Eri, Selasa (8/11).
Eri lantas mempersilakan para bunda PAUD untuk mendaftarkan diri mengikuti program beasiswa, bagi yang belum menempuh pendidikan di bidang pendidikan anak usia dini (S1). Oleh karena itu, ia meminta Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani untuk mendata guru PAUD yang belum menempuh pendidikan S1.
“Setiap bunda PAUD nanti tolong didata, sehingga ketika ada beasiswa, itu kami bisa berikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, program beasiswa S1 untuk bunda PAUD itu baru dimulai pada 2023 mendatang. Tujuan dari program itu adalah untuk memberikan bekal dan meningkatkan kualitas bunda PAUD yang belum memiliki kompetensi di bidang pendidikan anak usia dini (S1).
“Untuk kuotanya kita sesuaikan dulu. Sementara itu untuk total bunda PAUD saat ini kurang lebih sekitar 11.000. Saya yakin rata – rata saat ini tenaga PAUD kami sudah menempuh jenjang S1,” jelas Yusuf.
Bagi bunda PAUD yang sudah memiliki ijazah S1 akan tetapi tidak linier dengan profesinya, lanjut Yusuf, juga bisa mengikuti program beasiswa ini.
“Nanti mereka yang tidak linier, namun ikut program beasiswa akan mendapat RPL (rekognisi pembelajaran lampau). Jadi nanti kuliahnya nggak sampai 4 tahun karena nanti terlalu lama,” simpul Yusuf.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020