News
·
16 April 2021 14:13

Kembangkan Motorik Anak, Cikal Surabaya Ajarkan Musik Sejak Jenjang TK

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Kembangkan Motorik Anak, Cikal Surabaya Ajarkan Musik Sejak Jenjang TK (120946)
searchPerbesar
Kelas musik yang dilakukan secara online
Musik memiliki banyak peran yang penting untuk perkembangan anak sejak usia dini. Di antaranya dapat mengembangkan kosa katanya lebih luas, kemudian mengembangkan keterampilan motorik anak yang lebih baik. Tak heran jika Sekolah Cikal Surabaya memiliki kelas musik bagi anak jenjang Taman Kanak-kanak (TK).
ADVERTISEMENT
Diakui Diecky Kurniawan Indrapraja, guru musik Cikal Surabaya, jika tak banyak sekolah yang secara khusus memiliki sekolah musik bagi anak-anak TK. Kelas musik biasanya diperuntukkan bagi anak-anak SD.
"Sepengetahuan saya memang tidak banyak sekolah yang menjadikan musik sebagai pelajaran wajib bagi anak-anak TK. Kebanyakan kan menyanyi atau bermain musik itu menjadi kegiatan selingan, artinya bukan pelajaran wajib," jelas Diecky kepada Basra, Jumat (16/4).
Bagi Diecky, mengajar kelas musik bagi anak TK menjadi tantangan tersendiri. Diecky harus piawai memilih bahasa ketika menyampaikan materi pelajaran agar mudah diterima dan dipahami.
Tantangan lainnya, adalah bagaimana kelas berjalan menyenangkan apalagi saat harus belajar secara online. Tak dapat dipungkiri, hampir setiap hari belajar online membuat anak mudah bosan.
Kembangkan Motorik Anak, Cikal Surabaya Ajarkan Musik Sejak Jenjang TK (120947)
searchPerbesar
"Jadi moodnya harus dibangkitkan dulu. Caranya, sebelum kelas dimulai saya selalu mengajak anak bernyanyi bersama entah itu mereka yang menyanyi atau melalui lagu yang saya putar. Itu akan jadi mood booster mereka," jelas Diecky.
ADVERTISEMENT
Selain bernyanyi bersama, kegiatan kelas musik bagi anak TK juga diisi dengan bermain alat musik. Namun alat musik yang dimainkan disini bukanlah alat musik yang sesungguhnya.
"Saya enggak ngajari mereka main alat musik yang sesungguhnya. Tapi mengajak mereka membuat alat musik sendiri dengan memanfaatkan barang-barang bekas, misalnya bikin marakas, terompet, atau drum. Dan pastinya tiap anak akan berbeda hasilnya," kata Diecky.
Dengan mengajak anak membuat alat musik dari barang-barang bekas di sekitar mereka, kata Diecky, akan mengembangkan daya imajinasi anak sekaligus menjadikan mereka lebih kreatif.
Peran orang tua turut pula dilibatkan Diecky dalam kelas musik. Salah satu bentuk peran orang tua, seperti pembuatan video. Dikatakan Diecky jika dia selalu meminta anak didiknya untuk mengekspresikan lagu-lagu.
ADVERTISEMENT
"Misalnya pada lagu 'Aku Seorang Kapiten', nah itu anak-anak juga berdandan layaknya seorang kapiten. Kemudian orang tua akan memvideokan saat sang anak bernyanyi," papar Diecky.
Diecky juga menegaskan jika lagu-lagu yang diajarkan pada anak didiknya disesuaikan pula dengan usia mereka. Hanya saja ada beberapa yang musiknya diaransemen ulang disesuaikan dengan kegemaran anak-anak.
"Supaya ada penyegaran dan tentunya memancing semangat anak-anak. Kadang lagu-lagu yang saya aransemen, saya unggah ke YouTube jadi anak-anak bisa belajar sendiri setiap saat," pungkasnya.