kumparan
15 Mei 2019 15:14 WIB

Kisah Anggi dan Fasya, 2 Siswi Peraih Nilai UNBK Terbaik Se-Jawa Timur

Miranda Anggitakirana, peraih nilai UNBK bidang IPA terbaik se-Jawa Timur. Foto: Windy Goestiana/Basra
Bagi orang yang berpuasa, waktu berbuka adalah momen yang sangat membahagiakan. Namun, bagi remaja bernama Miranda Anggitakirana, momen berbuka puasa pada Senin (13/5) terasa amat spesial dari biasanya. Sebab, saat itulah, ia mendapat kabar bahwa ia menjadi peraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terbaik di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
''Waktu itu ada teman yang chat saya katanya nilai ujian saya bagus pol. Mama saya malah mikirnya teman saya lagi nge-prank. Ternyata pas tanya guru kabar itu benar. Alhamdulillah,'' kata gadis yang akrab disapa Anggi itu pada Basra, Rabu (15/5), sambil tersenyum lebar.
Nilai dari siswi kelas 12 IPA 3 di SMA Negeri 5 Surabaya itu nyaris sempurna, 398. Rinciannya, nilai ujian Bahasa Inggris 100, Matematika 100, Kimia 100, dan Bahasa Indonesia 98.
''Menurut saya Bahasa Indonesia memang lebih sulit. Karena hampir di setiap soal seperti ada dua jawaban hampir mirip,'' kata Anggi.
Anggi mengaku senang dengan nilai ujiannya. Ia merasa dirinya adalah seorang yang ambisius, walau tak terlalu suka belajar rutin.
ADVERTISEMENT
''Saya enggak bisa belajar sehari tiga jam. Saya bisa lupa kalau seperti itu. Malah tidak produktif. Jadi seminggu sebelum ujian saya lebih intensif berlatih soal,'' kata remaja yang akan melanjutkan kuliah kedokteran di Jerman ini.
Bahkan, saking fokusnya latihan soal, Anggi sering tak menyadari kehadiran orang tua yang duduk menemani di sampingnya. ''Saat latihan soal sering saya timer. Jadi saya tahu kecepatan saya mengerjakan soal. Pernah pas papa saya masuk kamar saya enggak sadar kalau beliau sudah duduk setengah jam di dekat saya,'' kata Anggi tertawa.
Sebagai anak tunggal, Anggi diberi kebebasan oleh sang ibu untuk mencari cara belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Termasuk menentukan jurusan kuliah nantinya.
"Sejak kecil mama selalu bilang kalau setiap keputusan harus saya ambil sendiri. Karena semua konsekuensi akan jadi tanggung jawab saya. Termasuk cara belajar saya yang 'sks' alias sistem kebut seminggu,'' kata Anggi seraya tersenyum.
Fasya Wanda Zakiyah peraih nilai UNBK bidang IPS terbaik keempat se-Jawa Timur. Foto : Windy Goestiana/Basra
Selain Anggi, ada nama Fasya Wanda Zakiyah, siswa kelas 12 IPS di SMA Negeri 5, yang menempati urutan keempat peraih UNBK terbaik se-Jawa Timur. Fasya meraih nilai 378,5. Nilai ujian Bahasa Inggris 100, Sosiologi 100, Bahasa Indonesia 96, dan Matematika 82,5.
ADVERTISEMENT
''Saya pikir Matematika saya akan dapat nilai 70. Ternyata, alhamdulillah di atas itu,'' kata Fasya pada Basra, Rabu (15/5).
Demi menyiapkan UNBK tahun ini, Fasya mengaku 'gila-gilaan' berlatih soal. ''Sejak naik kelas 12, kami sekelas mulai latihan soal. Ibaratnya tiada hari tanpa latihan,'' kata Fasya yang hobi mendengarkan lagu boyband BTS ini.
Saat mengetahui nilai ujiannya cukup memuaskan, Fasya merasa kerja kerasnya terbayar lunas. ''Sebelum ujian itu ada pressure yang besar. Saya malu kalau nilai saya jelek. Jadi kalau saya enggak belajar itu langsung panik dan merasa bersalah,'' kata Fasya yang saat ini sudah diterima di Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Fasya berpesan untuk adik kelas yang akan menghadapi UNBK tahun depan agar tetap menjaga mental tetap stabil. Menurutnya, jadwal latihan soal, try out, dan jadwal les yang pada bisa menyebabkan kelelahan dan stres.
ADVERTISEMENT
''Kalau drop, bisa hilang semua yang dipelajari. Boleh jalan-jalan, tapi harus fokus pada ujian,'' saran Fasya. (Reporter: Windy Goestiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan